Miris, Buruh Bangunan dan Keluarganya Tinggal di Rumah yang Nyaris Ambruk
Warga Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar tinggal di rumah yang nyaris rubuh.
Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Abdul Ghanie
TRIBUNNEWS, MARTAPURA - Memiliki rumah bagus sudah tentu menjadi dambaan banyak orang. Tak terkecuali Kaspul (39), warga Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Tapi apa daya, semuanya masih sebatas angan-angan bagi Kaspul. Jangan memperbaiki rumah, memenuhi kebutuhan sandangnya pun Kaspul acapkali kesusahan.
Tak heran, atas kondisi itu pula kini Kaspul beserta istri dan dua anaknya pun masih memilih bertahan tinggal di sebuah rumah yang sudah tampak reyot.
Atap yang semestinya melindungi Kaspul beserta keluarganya dari panas terik serta guyuran hujan, kini kondisinya pun sudah rusak.
Kaspul dan keluarganya juga harus sangat berhati-hati untuk berpijak melewati beberapa lembar papan yang masih tersisa sebagai lantai rumah.
Perabot rumah tangga pun bak kapal pecah di kediaman Kaspul. Tungku api, beberapa baskom, ember hingga pakaian kotornya berserak di tiap sudut ruang.
Tak heran, kondisi yang terkesan kumuh itupun sempat mengundang hewan liar berupa ular masuk ke dalam rumahnya.
Namun bukannya menimbulkan rasa resah terhadap Kaspul dan keluarga. Melainkan mereka menganggap sudah hal biasa menemui hal itu.
"Ya di sinilah kami tidur. Kalau hujan ya terpaksa harus berlindung. Karena tak seluruhnya atap menutupi ruangan ini, " ucap Kaspul.
Ketua RT 1 C, Edward yang baru pertama memasuki ruangan kamar Kaspul dan keluarganya itupun, hanya bisa menggelengkan kepala melihat kondisi tersebut.
Tak hanya itu di gubuk reyot Kaspul itu jaringan aliran listrik pun juga belum tersedia. untuk beraktivitas di malam hari Kaspul dan keluarganya menggunakan senter secara bergantian.
"Terkadang pakai lilin atau lampu teplok," ucapnya.
Kendati demikian, bukan berarti Kaspul hanya pasrah saja atas kondisi tersebut. Angan-angan memiliki rumah bagus memang ada di benaknya.
Namun jangankan memperbaiki rumah, memenuhi kebutuhan sandang keluarganya pun acapkali Kaspul pun kesusahan.