Minggu, 25 Januari 2026

Vaksin Palsu

Polres HSU Lakukan Pengecekan Vaksin

Polres HSU juga mengusut pendistribusian vaksin hingga ke kecamatan serta proses pemusnahan limbah vaksin.

Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Banjarmasin Post, Reni Kurniawati

TRIBUNNEWS.COM, AMUNTAI - Dinas Kesehatan menjamin bahwa vaksin yang digunakan di Rumah Sakit Pambalah Batung dan Puskesmas adalah vaksin yang aman karena didapat dari Dinas Kesehatan Provinsi.

Untuk pengadaannya pun menggunakan e-katalog sehingga tidak bisa mendapatkan dari produsen dan distributor lain, hanya dari biofarma yang memang terbukti aman.

Namun dari informasi masih ada dokter praktek yang memberikan layanan vaksin di luar vaksin dasar seperti vaksin hepatitis dan HPV untuk pencegahan kanker serviks.

Karenanya Polres Hulu Sungai Utara (HSU) kembali mendatangi Dinas Kesehatan HSU untuk mendapatkan penjelasan mengenai hal itu, setelah sebelumnya juga telah melakukan pemeriksaan di gudang farmasi Dinas Kesehatan.

Satuan Reskrim, Intel, Narkoba, Sabara dan Siepropam serta Kesehatan Polres HSU bertemu langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan HSU Isnur Hatta di Kantor Dinas Kesehatan, Rabu (20/7/2016).

“Pernahkah dilakukan pendataan terhadap dokter praktek apakan memberikan pelayanan vaksin kepada masyarakat?,” ujar salah satu anggota.

Polres HSU juga mengusut pendistribusian vaksin hingga ke kecamatan serta proses pemusnahan limbah vaksin.

Isnur Hatta mengatakan untuk pendataan resmi kepada dokter praktek memang belum dilakukan, namun selama ini memang tidak ada laporan bahwa dokter praktek memberikan vaksinasi kepada warga.

Namun jika memang ada dokter yang memberikan vaksinasi kepada warga maka akan kami minta penjelasan dari dokter yang bersangkutan.

“Karena seharusnya jika ada dokter praktek yang melakukan vaksinasi harus melapor kepada dinas, namun selama ini memang belum ada laporan,” ungkapnya.

Isnur Hatta berjanji akan melakukan pengecekan langsung kepada seluruh dokter praktek dan jika memberikan vaksinasi perlu ada laporan yang diserahkan.

Karena untuk kegiatan pemberian vaksin kepada pasien yang dilakukan oleh dokter praktek dan rumah sakit swasta tidak bisa dipantau oleh Dinas kesehatan, darimana mereka mendapatkan vaksin.

“Dokter yang dilaporkan pernah memberikan vaksin kepada warga tengah melakukan studi, jika sampai kami akan mengusut asal vaksin dan kelengkapan peralatan untuk penyimpanan vaksin,” ungkapnya.

Kekhawatiran masyarakat mengenai beredarnya vaksin palsu yang juga menjadi isu nasional ini juga melanda beberapa warga kabupaten HSU.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved