Rabu, 8 April 2026

Waspada! Populasi Spesies Asing di Sungai Ciliwung Melonjak 100 Persen

Baru-baru ini, terungkap fakta mengejutkan tentang lonjakan spesies asing invasif di Sungai Ciliwung, salah satu sungai penting di Jawa Barat.

WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
SUNGAI CILIWUNG - Pantauan udara Sungai Ciliwung sepanjang bantaran Kali Ciliwung di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Menurut penelitian pada 2024 lalu, terdapat 10 spesies asing invasif di Sungai Ciliwung. 

TRIBUNNEWS.COM - Sungai Ciliwung, yang terbentang sepanjang 120 km dari hulu di Cisarua hingga hilir di Jakarta Utara, menjadi salah satu sungai penting di Jawa Barat, Indonesia. Namun, baru-baru ini, terungkap fakta mengejutkan tentang lonjakan spesies ikan invasif di sungai tersebut. 

Selain jalur air bagi jutaan penduduk di sekitarnya, Sungai Ciliwung juga memegang peran ekologis vital, mulai dari penyedia air bersih, pengendali banjir, hingga rumah bagi keanekaragaman hayati. 

Meski begitu, keseimbangan ekosistem di sungai itu kini  berada di ambang titik kritis akibat serbuan spesies ikan asing invasif yang setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan. 

Berdasarkan penelitian terbaru dalam ADI Journal on Recent Innovation (AJRI) volume 6 nomor 1 (September 2024) berjudul ‘Increase in the Abundance of Invasive Fish Species in the Ciliwung River, DKI Jakarta and West Java Provinces’ oleh Noer Sarifah Ainy, Iqbal Mujadid, Nestiyanto Hadi dan Lutfiralda Sjahfirdi, Sungai Ciliwung memiliki kondisi yang sangat memprihatinkan. 

Pasalnya, dalam riset tersebut, terungkap adanya peningkatan jumlah spesies ikan invasif yang mencapai 100 persen dibandingkan dengan data tahun 2011. 

Pada tahun itu, spesies ikan invasif di Sungai Ciliwung hanya tercatat sebanyak 5 spesies. Namun, penelitian terbaru yang dilakukan pada medio 2023-2024, mengidentifikasi 10 spesies ikan asing invasif yang tersebar di sungai yang memiliki panjang ratusan kilometer ini. 

Adapun 10 spesies tersebut, termasuk ikan sapu-sapu, guppy, ikan cere, nila, platy, dan ikan red devil. 

Keberadaan Spesies Asing Ini Mengancam Ekosistem Sungai Ciliwung

Spesies-spesies asing ini cukup membahayakan bagi ekosistem Sungai Ciliwung. Masih dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa spesies asing invasif dapat mengambil makanan yang mestinya milik ikan-ikan lokal. 

Selain mengambil jatah makanan, mereka juga akan merebut area perkembangbiakan yang tadinya juga dimiliki oleh ikan-ikan lokal Sungai Ciliwung. Jika dominasi ikan asing invasif ini terus berlanjut, kepunahan ikan-ikan lokal tinggal menghitung waktu saja. 

Ada juga risiko penyebaran penyakit dari ikan-ikan asing invasif ini, yang sebelumnya tidak ditimbulkan dari ikan-ikan lokal. Sebut saja, ikan Sapu-sapu, yang terkenal karena toleransi sangat tinggi terhadap kualitas air yang buruk di wilayah hilir Jakarta.

Baca juga: Menanti Janji Relokasi di Tepi Sungai Ciliwung, Saodah Tidur dalam Bayang-bayang Banjir

Dengan toleransi ikan Sapu-sapu tersebut, kita sebagai manusia tidak menyadari bahwa kualitas air Sungai Ciliwung memburuk. Indikator kualitas air yang tadinya bisa diukur dari angka kematian ikan-ikan lokal, kini sulit diukur karena adanya ikan sapu-sapu. 

Tidak jarang, pertumbuhan spesies asing invasif ini disebabkan aktivitas manusia, baik secara sengaja seperti pelepasan ikan hias, maupun tidak sengaja lewat perdagangan internasional. 

Maka itu, diperlukan kesadaran kolektif dari masyarakat untuk bisa menghentikan kebiasaan membuang ikan hias. Karena makin bertumbuhnya spesies invasif, dapat mengganggu hidup ikan-ikan lokal Sungai Ciliwung dan pada akhirnya, kesehatan masyarakat sekitar juga bisa ikut terganggu karena kualitas air yang terus memburuk.

Baca juga: Kementerian PU dan Pemerintah Jakarta Mulai Normalisasi Sungai Ciliwung Awal 2026

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved