Minggu, 31 Agustus 2025

Raja Dwi Tunggal Masuk Keraton Lewat Pintu Samping

Keduanya berhasil masuk setelah lewat pintu belakang, yakni pintu Sasono Putro Barat.

Editor: Dewi Agustina
zoom-inlihat foto Raja Dwi Tunggal Masuk Keraton Lewat Pintu Samping
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Paku Buwono XIII Hangabehi (tengah) dan KGPH Panembahan Tedjowulan (kanan) dalam acara syukuran rekonsiliasi keluarga Keraton Surakarta, di Jakarta, Minggu (20/5/2012). Keraton Surakarta mengalami perpecahan pada tahun 2004, setelah wafatnya Paku Buwono XII yang tidak meninggalkan putera mahkota, namun dengan adanya rekonsiliasi tersebut kini Keraton Surakarta bersatu dengan PB XIII Hangabehi sebagai rajanya. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Setelah menunggu cukup lama di pintu gerbang masuk utama di Korikamandoengan, Raja Dwi Tunggal Keraton Surakarta PB XIII Hangabehi dan KGPH Panembahan Agung Tedjowulan akhirnya bisa masuk keraton. Keduanya berhasil masuk setelah lewat pintu belakang, yakni pintu Sasono Putro Barat.

Hal itu dilakukan karena setelah menunggu sekitar 30-an menit, pintu gerbang utama yang digembok dari dalam tak kunjung dibuka. Sebab, negosiasi yang dilakukan oleh perwakilan Lembaga Dewan Adat dan perwakilan Hangabehi-Tedjowulan berlangsung buntu. Kapolresta Solo Kombes Pol Asjimain dan Dandim 0735 Letkol Inf Widi Prasetijono yang mencoba menengahi juga tak berhasil mencairkan suasana.

Tak ingin menunggu terlalu lama, Hangabehi dan Tedjowulan yang baru saja mengikuti pertemuan bersama Muspida Solo terkait rekonsiliasi langsung menuju ke mobil Pajero Sport AD 7220 AH. Hangabehi duduk di bagian belakang, sedang Tedjowulan duduk depan, samping sopir. Mobil itu melaju pelan ke arah barat dikawal oleh mobil dari Polresta Solo. Mobil Pajero merah itu berhenti tepat di mulut pintu masuk Sasono Putro Barat.

Awalnya pintu masuk tetap tertutup rapat, dikunci dari dalam. Namun setelah diketok keras beberapa kali, abdi dalem yang ada didalam kemudian membukakan pintu. Mobil yang ditumpangi Hangabehi-Tedjowulan bersama keluarganya itupun bergegas masuk. Satu mobil lagi di belakangnya juga ikut masuk. "Wartawan dilarang masuk," teriak Bambang Pradotonagoro melarang para wartawan.

Beberapa saat kemudian Kapolres dan Dandim juga ikut masuk. GPH Suryo Wicaksono, adik Hangabehi yang ikut selama proses rekonsiliasi di Jakarta mengaku heran atas ulah yang dilakukan oleh Lembaga Dewan Adat. Bagaimana mungkin seorang raja yang mau pulang ke rumahnya sendiri malah digembok dari dalam.

"Ini sudah keterlaluan. Kita bisa masuk lewat Sasono Putro tadi juga karena memaksa," katanya.

Baca juga:

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan