PT Pos Indonesia Jual Saham ke Publik pada 2013
PT Pos Indonesia (Persero) berencana untuk melakukan privatisasi pada 2013 mendatang.
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - PT Pos Indonesia (Persero) berencana untuk melakukan privatisasi pada 2013 mendatang. Untuk itu, perusahaan pengiriman dan remitansi tersebut menyelenggarakan seminar bertema "Paving The Path To IPO PT Pos Indonesia (Persero)" di Gedung Wahana Bhakti Pos Bandung pada 31 Mei 2012.
Seminar ini dilaksanakan sebagai persiapan diri Pos Indonesia dalam menghadapi Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana. IPO direncanakan pada tahun 2013 mendatang.
Seminar tersebut merupakan ajang sosialisasi bagi para pimpinan perusahaan untuk mendengarkan secara langsung paparan dari para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya di antaranya Deputi Bidang Restrukturisasi & Perencanaan Strategis BUMN Kementerian BUMN Pandu Djajanto, Executive Director PT Danareksa (Persero) Aloysius RO , Chairman of The Ary Suta Center, DR I Putu Gde Ary Suta. Managing Director PT Mandiri Sekuritas C. Paul Tehusijarana , dan Head of Listing Division Service Sector PT Bursa Efek Indonesia Umi Kulsum.
Melalui IPO Pos Indonesia, struktur permodalan akan membaik dan memungkinkan Pos Indonesia memliki kinerja optimum pada 2016. Beberapa aspek pendekatan perencanaan IPO telah dicanangkan di antaranya aspek persiapan internal, aspek pasar modal, dan aspek kebijakan.
Target transformasi pengelolaan telah dirancang dalam program revitalisasi pelaksanaan IPO tahun 2013 dan akan dijadikan batu pijakan 2012-2016.
Peningkatan mutu layanan dan efisiensi proses operasi di tahun ini akan menjadi pijakan ke arah pengembangan core business perusahaan di tahun 2013-2014. Nantinya akan membentuk anak-anak perusahaan antara lain di bidang logistik, properti, dan jasa keuangan Pos Indonesia.
Diharapkan di akhir tahun periode perencanaan revitalisasi jangka panjang ini , maka pada tahun 2016 Pos Indonesia akan memiliki daya saing yang kuat dengan fundamental bisnis yang kokoh.
Dengan telah ditetapkannya bentuk korporasi yang bertransformasi menjadi multi korporat, maka segenap jajaran Direksi Pos Indonesia menetapkan target revenue yang tumbuh secara progresif bagi perusahaan senilai Rp 11 Triliun. (Tribun Jabar/Erwin)
Baca juga:
- IHSG Diprediksi Terus Melemah
- IHSG Terjun Bebas
- Pendapatan PLN Jabar-Banten Capai Rp 2,4 T per Bulan
- IHSG Anjlok Dipicu Krisis Eropa
- Sentimen Bail Out Picu IHSG Nai