Selasa, 9 Juni 2026

Polisi Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan Pegawai BRI

Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil belum mengabulkan penangguhan penahanan empat pegawai Bank Rakyat Indonesia

Tayang:
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Khalidin

TRIBUNNEWS.COM, SUBULUSSALAM - Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Aceh Singkil belum mengabulkan penangguhan penahanan empat pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Subulussalam yang tersangkut kasus manipulasi kredit sebesar Rp 1,9 miliar.

"Tidak ada penangguhan penahanan, tetap kita maksimalkan penanganannya," kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang Syafrianto melalui Kasat Reskrim, AKP Ibrahim SH yang dikonfirmasi Serambinews.com (Tribun Network), Selasa (5/6/2012).

Kasatreskrim AKP Ibrahim yang dikonfirmasi via BlackBerry Messenger (BBM) mengaku sedang mengikuti rapat kerja (raker) di Banda Aceh. Kasatreskrim tidak menjawab lagi ketika ditanyai apakah ada tersangka baru yang akan ditahan atau calon tersangka.

Namun pada wawancara sebelumnya, Minggu (4/6/2012), AKP Ibrahim menyatakan pihaknya terus mendalami kasus yang melilit BRI Unit Subulussalam sejak Mei 2010 silam itu. Ibrahim mengakui para tersangka mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan namun penyidik belum dapat mengabulkan karena ada pertimbangan lain.

"Untuk sementara baru empat orang yang ditahan karena sudah cukup bukti," kata AKP Ibrahim.

Sementara sejumlah nasabah mulai resah terhadap kasus pembobolan dana BRI Subulussalam. Pasalnya, belakangan ini mencuat banyaknya kuitansi setoran yang tidak divalidasi secara komputer sehingga meskipun nasabah sudah membayar cicilan kreditnya tidak masuk dalam sistem. Akibatnya, nasabah dinilai masih menunggak walaupun sudah membayar.

"Saya selalu membayar tapi dikatakan menunggak," kata Nuang Kombih, seorang nasabah kepada Serambi beberapa waktu lalu.

Persoalan lain yang membuat nasabah makin resah menyangkut tidak tersistemnya pembayaran kredit sehingga dianggap tidak patuh. Dampaknya, nasabah yang hendak menyambung kredit atau mengajukan kembali permohonan tambahan dana bakal tidak disetujui bank. Padahal, sebagaimana lazimnya, masyarakat kota Subulussalam biasanya banyak mengajukan kredit menjelang bulan puasa untuk persiapan perniagaan bulan ramadhan.

"Karena bulan puasalah kesempatan kami untuk berjualan tapi kalau begini kami jadi korban," tambah Nuang diamini nasabah BRI lainnya, Cut Nyakdien.

BACA JUGA:

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved