801 Guru Gagal Ujian Kompetensi
Sebanyak 801 orang guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Manggarai gagal mengikuti ujian kompetensi
Editor:
Dewi Agustina
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
TRIBUNNEWS.COM, KEFAMENANU - Sebanyak 801 orang guru TK, SD, SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Manggarai gagal mengikuti ujian kompetensi untuk memperpanjang sertifikat guru, Rabu (1/8/2012) dan Kamis (2/8/2012). Dari 801 orang guru itu, di Kabupaten TTU sebanyak 781 orang guru dan di Kabupaten Manggarai 20 orang guru.
Ujian kompetensi secara online dan serentak di seluruh Indonesia itu gagal diikuti karena internet macet dan mengalami gangguan conection.
Beberapa guru SMP yang ditemui di gedung SMA Katolik Warta Bhakti Kefamenanu, Rabu pagi, mengeluhkan nasib mereka. "Kalau gagal ujian hanya gara-gara perangkat internet macet, apakah sertifikat kami akan dicabut? Kami sangat khawatir," keluh Fransiskus Asisi Jeringin, guru SMP Katolik St. Josep Noemuti.
Ia mengatakan, para guru sudah tiba di lokasi ujian pukul 07.00 Wita. Ketika disuruh masuk ke ruang komputer untuk mengikuti ujian, ternyata perangkat internet yang terhubung pada 20 unit komputer di ruangan itu tidak berfungsi.
"Tidak ada koneksi dengan server di pusat," tambah Gervas Salu, dibenarkan rekan guru lainnya, Gustav Maaf, Yohanes Taus dan Ny. Filomena Tefa.
Salah seorang guru justru menyalahkan staf IT (informasi teknologi) yang disiapkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU.
"Jangan-jangan staf IT itu kemampuannya terbatas," kritiknya.
Ia mengungkapkan penyiapan perangkat komputer dan internet cuma sehari. "Padahal ini menyangkut nasib banyak orang," ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan ujian kompetensi secara online itu digelar di tiga tempat, yaitu di gedung SMA Katolik Warta Bhakti Kefamenanu, SMAN 2 Kefamenanu, dan SMK Negeri 1 Kefamenanu.
Ujian berlangsung 2,5 jam dalam tiga gelombang. Tiap gelombang 20 orang guru. Jika telah selesai masuk lagi 20 orang guru dan seterusnya.
"Hanya di SMAN 2 Kefamenanu yang perangkat internetnya berfungsi. Sedangkan di SMA Katolik Warta Bhakti dan SMKN 1 Kefamenanu macet dan tidak berfungsi," ungkap seorang guru.
Kepala Dinas PPO Kabupaten TTU, Drs. Vinsensius Saba, yang dikonfirmasi terpisah di ruang kerjanya, membenarkan kendala yang dihadapi tim IT untuk memfungsikan perangkat internet di dua tempat, yaitu di SMA Katolik Warta Bhakti dan SMK Negeri 1 Kefamenanu.
"Kasus ini sudah saya laporkan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Provinsi NTT maupun di Jakarta," kata Saba.
Ia meminta para guru agar tetap mengisi daftar hadir secara manual agar diperoleh kepastian bahwa guru hadir namun tidak bisa mengikuti ujian karena kendala teknis.