Kasus Simulator SIM
Sukotjo Bambang Sembunyikan Chip Simulator SIM
Proyek driving simulator roda dua dan roda empat yang saat ini jadi rebutan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Proyek driving simulator roda dua dan roda empat yang saat ini jadi rebutan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri, menyisakan sebuah informasi mengenai kinerja piranti untuk ujian pemohon surat izin mengemudi (SIM) tersebut.
Sukotjo S Bambang, perancang driving simulator tersebut mengaku telah mengamankan sebuah perangkat lunak berupa chip yang tengah diburu oleh Budi Susanto, pemenang tender pengadaan barang. Tanpa chip tersebut, driving simulator yang didistribusikan ke semua polres di Indonesia tidak akan berfungsi secara optimal.
"Anda tidak akan pernah mendapatkan sofware riding simulator roda dua dan driving simulator roda empat. Anda juga tidak akan mendapat chip kendali elektronik roda dua dan roda empat untuk membuat barang tersebut berfungsi optimal," ujar Sukotjo dalam surat kepada Budi Susanto, tertanggal 19 September 2011.
Simulator pesanan Korlantas Polri memang dibuat PT Inovasi Teknologi Indonesia, Bandung, milik Sukotjo. Namun barang-barang untuk menguji para pemohon surat izin mengemudi (SIM) tersebut disalurkan melalui PT Citra Mandiri Metalindo Abadi milik Budi Susanto.
Di tubuh simulator itu ada tulisan Citra Simulator berwarna dasar merah. Berbeda dengan simulator yang dimiliki Polri sebelumnya buatan Korea Selatan.
Bagian body berwarna putih. Di sisi kiri dan kanan terpampang logo Korlantas Polri. Di bagian belakang terpampang logo Citra Simulator.
"Beberapa bulan lalu, saya sering melihat truk mengangkat simulator mondar mandir lewat jalan sini," ujar warga yang tinggal di Jalan Narogong 11.5 KM Pangkalan 2, Kelurahan Cikiwul, Bantar Gebang, Bekasi, Kamis (9/8/2012).
Sebenarnya, PT CMMA berada di Jalan Benda. Orang mengenal pabrik ini dengan sebutan PT CM. Selintas, jika dilihat dari muka, pabrik ini sangat kecil. Namun, pabrik itu ternyata memanjang sampai ke dalam. Jika digabung, pabrik ini luasnya mencapai lima hektar.
Warga di dekat PT CMMA mengakui, pabrik ini memiliki bengkel untuk merakit simulator. Namun, sekarang untuk simulator sudah dipindah ke pabrik di lokasi tak jauh dari PT CMMA.
Seorang karyawan pabrik mengakui PT CMMA tak lagi memproduksi tutup botol. "Pabrik ini sudah tidak lagi memproduksi tutup botol, tapi konsentrasi pada pembuatan plat nomor kendaraan. Simulator juga sudah nggak," ungkap karyawan pabrik itu.
- Penyidik Bareskrim Periksa Dua Aspri Irjen Djoko Susilo
- Warga Sekitar Akui Pabrik Plat Nomor Milik Primkoppol
- KPK Paling Berwenang Menyidik Korupsi Korlantas
- Warga Ikut Selamatan di Pabrik Plat Diduga Milik Primkoppol
- DPD: Tetapkan KPK atau Polri yang Berhak
- Pong Hardjatmo: KPK Ada Karena Polri Tidak Profesional