Mahasiswa PGRI Demo Tuntut Pengadaaan Modul
Ratusan mahasiswa Universitas PGRI NTT dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) melakukan aksi
Laporan Wartawan Pos Kupang, Oby Lewanmeru
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Ratusan mahasiswa Universitas PGRI NTT dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) melakukan aksi demonstrasi ke kampus setempat di Kupang, Rabu (10/10/2012). Aksi ini dilakukan secara damai dan kekeluargaan dengan tujuan mengklarifikasi aksi-aksi sebelumnya.
Kehadiran para demonstran ini sempat menarik perhatian pimpinan universitas, karena aksi mereka sangat damai dan tertib. Mereka membawa sejumlah spanduk yang intinya menuliskan mendukung pengadaan modul dan juga mendesak pihak rektorat dalam hal ini pimpinan fakultas agar membentuk badan eksekutif mahasiswa (BEM) dan badan legislatif mahasiswa (BLM) di setiap fakultas.
Para mahasiswa diterima Rektor Universitas PGRI NTT, Semuel Haning, S.H, M.H, Pembantu Rektor I, Titus Bureni, S.H, M.Hum, Kepala Biro (Karo) BAAKPSI, Uly Riwu Kaho, S.P. M.Si dan Karo Umum, David Selan, S.E, M.M. Aksi damai ini diawali dan diakhiri dengan doa bersama.
Para demonstran ini juga mengklarifikasi aksi demo terdahulu yang mengatasnamakan Prodi PJKR. Menurut mereka, aksi terdahulu dilakukan tanpa adanya koordinasi dengan seluruh mahasiswa PJKR, sehingga aksi tersebut hanya dilakukan oleh oknum.
Beberapa tuntutan para demonstran ini antara lain, supaya pengadaan modul tetap diberlakukan kembali. Para aktor yang terlibat pada aksi-aksi demo sebelumnya harus diberi tindakan tegas oleh lembaga dan perlu adanya pembentukan BEM dan BLM di setiap fakultas.
Pada saat itu juga salah satu mahasiswa PJKR, Imaculata Loda, membacakan surat izin operasional Prodi PJKR dan sertifikat akreditasi program sudi PJKR dengan nilai C.
Titus Bureni mengatakan, izin operasional dan akreditasi program studi PJKR dari BAN PT dinyatakan sah, sedangkan permintaan modul juga diharapkan tetap diberlakukan.
Sementara itu, Semuel Haning mengatakan, aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut diterima sebagai kritikan yang membangun untuk masa depan lembaga itu. Rektor juga mengharapkan mahasiswa dapat menjadi corong dan ujung tombak bagi lembaga dalam pencitraan diri yang positif serta selalu menjaga solidaritas dan nama baik di Universitas PGRI NTT.
Baca Juga: