Senin, 1 Juni 2026

Oknum Polisi Diduga Pukul Dua Pelajar

Seorang oknum polisi berinisial Brigpol YP diduga memukul dua pelajar SMP karena dianggap menjadi penyebab jatuh keponakannya

Tayang:
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA - Seorang oknum polisi berinisial Brigpol YP diduga memukul dua pelajar SMP karena dianggap menjadi penyebab jatuh keponakannya di ruas jalan semenisasi di Desa Kelinjau Ilir, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, Minggu (14/10/2012).

Keluarga korban, yang menolak namanya dikorankan, mengatakan peristiwa tersebut berawal dari jatuhnya keponakan YP saat berpapasan dengan Rahmadi dan Megawati yang belakangan menjadi korban pemukulan. Rahmadi dan Mega dituding menyerempet keponakan YP.

Tidak terima dengan peristiwa tersebut, YP kemudian mendatangi Rahmadi dan Mega yang berada di mess guru di SMP tempat mereka menuntut ilmu. Keduanya sedang bersantai usai mengikuti kegiatan Pramuka pada malam harinya.

Rahmadi dan Mega lalu diminta mengikuti YP menuju rumahnya. Mereka beriringan mengendarai sepeda motor. Mereka lalu dibawa masuk ke rumah YP melalui pintu belakang. Sesampainya di dalam rumah, YP lalu marah dan memukul keduanya. Ia juga sempat bertanya siapa nama orangtua mereka.

Selepas itu, keduanya langsung disuruh pulang. "Akibat pemukulan itu, Mega sempat pingsan dan dirawat di Puskesmas. Keduanya juga sudah melakukan visum di Puskesmas tersebut," kata keluarga korban.

Keluarga korban jelas tidak terima dengan kejadian ini. "Kami tidak terima. Pertama, karena memang kedua korban tidak menyerempet keponakan polisi itu. Dia jatuh sendiri. Maklum kondisi jalan licin karena habis hujan," katanya.

Kedua, keluarga tidak terima dengan aksi pemukulan tersebut. "Kalau memang mau diperiksa, silakan dilakukan dengan baik-baik di Mapolsek. Jangan dibawa ke rumah lalu dipukuli seperti itu," katanya.

Pascakejadian, keluarga korban dan warga sempat mendatangi ke Mapolsek Muara Ancalong untuk meminta Kapolsek menindak oknum anggotanya yang melakukan tindakan sewenang-wenang.

"Kapolsek sempat tidak mau menemui kami. Namun akhirnya beliau bersedia. Kabarnya YP masih ditahan untuk diperiksa. Yang jelas kami menuntut agar oknum tersebut ditindak tegas," katanya. Saat ini Mega dan Rahmadi sudah kembali ke rumah orang tua mereka.

Baca Juga:

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved