Lima Juta Anak di Jawa Timur Akan Diimunisasi Difteri
Kementerian Kesehatan melakukan intervensi untuk penanggulangan penyakit difteri di Jawa Timur yakni dengan imunisasi difteri tambahan.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingginya angka penyakit difteri di Jawa Timur mendorong Kementerian Kesehatan mengambil langkah melakukan intervensi untuk penanggulangannya yakni dengan imunisasi difteri tambahan.
Imunisasi difteri tambahan akan diberikan kepada bayi usia 2 bulan hingga anak usai 15 dengan vaksin yang disesuaikan dengan usia, yakni 2 bulan-kurang 3 tahun DPT-HB,usia 3-6 tahun DT dan 7-15 tahun dengan vaksin Td.
"Jumlah total yang mendapatkan imunisasi sejumlah 5 juta anak yang berada di 19 kabupaten dan kota," tutur Direktur Serveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra Kementerian Kesehatan Andi Muhadir di Kementerian Kesehatan, Jumat (19/10/2012).
Ke-19 kota itu adalah Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Pasuruan, Kota Pasuruan, Porbolinggo, Kota Porbolinggo, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi.
Untuk pelaksanaan kegiatan yang dilakukan mulai 12-24 November 2012 mendatang, ditargetkan anak yang diimunisasi mencapai 95 persen. "Kalau tidak terpenuhi dikhawatirkan masih akan terjadi transmisi sehingga bisa muncul lagi," tuturnya.
Ditambahkan, biaya pelaksanaan imunisasi ini dianggarkan Rp 20 miliar baik dari APBN maupun APBD Jawa Timur. Untuk logistik (vaksin, alat suntik) serta operasional APBN, sedangkan untuk logistik safety box dan biaya operasional ditanggung APBD," tuturnya.
Penyakit difterii merupakan penyakit infeksi menular yang bersifat toksik akut yang disebabkan virus corynebacterium diphtheria. Penularan melalui percikan ludah. Seorang carrier yang tubuhnya ada kuman difteri tetapi tidak sakit dapat menularkan penyakit ini sampai dengan 6 bulan sejak kuman masuk ke tubuhnya.