Senin, 8 Juni 2026

Indonesia Punya Jalur Distribusi Energi Tersulit di Dunia

PT Pertamina (persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan kehandalan pasokan LPG nasional

Tayang:
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan kehandalan pasokan LPG nasional dengan terus memperkuat infrastruktur LPG domestik, seperti kilang, depot, dan angkutan transportasi LPG baik laut maupun darat.

"Mengingat wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang melahirkan tantangan berupa jalur distribusi yang paling rumit di dunia," kata Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Minggu(3/3/2013).

Salah satu pencapaian kinerja Pertamina untuk mengurangi kesulitan infrastruktur karena kebutuhan LPG nasional dengan adanya Kilang NGL Sumatera Selatan. Kilang tersebut merupakan usaha patungan antara Pertamina Gas dan Samtan Co Ltd, melahirkan Pertasamtan Gas.

Komposisi kepemilikan saham 66 persen untuk Pertamina dan 34 persen Samtan Co dengan biaya investasi sekitar 193 juta dollar AS.

“Pertamina menyerap 100% hasil produksi kilang NGL Sumatera Selatan untuk masa kontrak minimal 10 tahun dengan harga beli mengacu pada Contract Price Aramco-Alpha," jelas Ali Mundakir

Dalam operasi komersial, kilang tersebut berkapasitas produksi 710 ton LPG per hari atau setara dengan 4,5 persen kebutuhan LPG nasional, dan kondensat sebanyak 2.024 barel per hari dengan bahan baku gas sebanyak 250 MMscfd berasal dari Pertamina EP Sumatera Selatan.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved