Taliban Jelaskan Alasan Soal Penembakan Malala

Seorang petinggi Taliban akhirnya mengirim surat kepada Malala Yousafzai perihal alasan Taliban menembak anak sekolah tersebut tepat di kepala.

Taliban Jelaskan Alasan Soal Penembakan Malala
The Sun
Malala dan Adnan 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang petinggi Taliban akhirnya mengirim surat kepada Malala Yousafzai perihal alasan Taliban menembak anak sekolah tersebut tepat di kepala.

Dalam surat terbuka, ekstrimis Pakistan Adnan Rasheed menyatakan penyesalannya terhadap kejadian tersebut. Tapi, dia tetap menolak untuk meminta maaf kepada Malala.

Adnan mengatakan, Taliban menembaknya karena Malala mengkritik kelompok militan dan bukan karena dia adalah seorang juru kampanye untuk pendidikan anak perempuan.

Adnan memang mengakui telah mendengar soal serangan terhadap sebuah bus sekolah di Pakistan Oktober lalu, dan dia berharap hal tersebut tidak terjadi.

Malala sendiri selamat dari kejadian tersebut setelah menjalani operasi di Inggris.

Peristiwa nahas tersebut sontak memicu kecaman dari seluruh dunia. Dan minggu lalu, Malala yang dinominasikan sebagai peraih Nobel ini merayakan ulang tahun ke-16 dengan memberikan pidato di markas PBB di New York.

Semalam, mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown yang saat ini menjadi utusan khusus PBB untuk pendidikan global, mengatakan "Tak seorang pun akan percaya apa kata Taliban soal hak seorang anak perempuan seperti Malala sampai mereka berhenti membakar sekolah dan membantai murid," katanya seperti dilansir Tribunnews dari The Sun.

Malala Yousufzai dikenal namanya setelah berani menentang Taliban di saat Pemerintah Pakistan tidak memiliki kendali terhadap kelompok militan tersebut.

Penembakan terhadap Malala terjadi ketika seorang pria bersenjata naik ke atas bus yang membawa anak-anak dari rumah menuju sekolah di Lembah Swat, pada Oktober 2012 silam.

Tiba-tiba pria itu melepaskan tembakan ke arah Malala di bagian kepala dan lehernya. Pelaku pun melepaskan tembakan ke arah remaja lainnya di dalam bus tersebut.

Penulis: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved