Minggu, 31 Agustus 2025

Apakah yang dikatakan Aung San Suu Kyi soal krisis Rohingya benar adanya?

Wartawan BBC, Jonathan Head, mengkaji beberapa pernyataan Aung San Suu Kyi tentang Rohingya dan membandingkan dengan kenyataan yang dilihatnya

Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, sudah memberikan pernyataan tentang kekerasan di negara bagian Rakhine dan krisis pengungsi minoritas umat Muslim Rohingya yang menyeberang ke perbatasan Bangladesh.

Wartawan BBC Jonathan Head -yang meliput langsung kisah warga Rohingya yang masih berada di Rakhine dan di tempat penampungan di Bangladesh- mengkaji beberapa pernyataan Suu Kyi itu dengan kenyataan yang disaksikannya di lapangan.

Aung San Suu Kyi : " Sudah tidak ada konflik sejak 5 September dan tidak operasi pembersihan ."

Aung San Suu Kyi, Myanmar, Rohingya
Reuters
Kanselir Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi, usai memberikan pidato terkait Rakhine dan Rohingya di ibu kota Naypytaw, Senin (19/09).

Pada tanggal 7 September saya ikut dalam lawatan media yang diatur pemerintah ke kota Alel Than Kyaw, dan kami mendengar tembakan senapan otomatis di kejauhan dan melihat empat kepulan asap, yang menunjukkan kampung-kampung dibakar.

Belakangan, masih hari itu, kami melintasi Gaw Du Thar, kampung warga Rohingya yang dibakar sejumlah pengikut Buddha di Rakhine di depan polisi bersenjata dan dekat dengan barak polisi.

Sekarang dari Bangladesh, kami melihat kepulan-kepulan asap di sisi seberang Sungai Naf dan kepulan asap itu cukup besar yang menjadi pertanda kampung-kampung dibakar.

Aung SanSuu Kyi mungkin tidak menyebutnya sebagai 'operasi pembersihan' namun dengan kehadiran besar militer di kawasan itu, dekat dengan bantaran sungai, maka sulit untuk meyakini bahwa mereka tidak mendapat persetujuan diam-diam dari pihak berwenang di sana.

Myanmar, Rohingya
BBC/Jonathan Head
Wartawan BBC, Jonathan Head, melihat kepulan asap besar yang menjadi petunjuk kampung-kampung yang dibakar di negara bagian Rakhine.

Aung San Suu Kyi: " Tindakan akan diambil atas semua orang -terlepas dari agama, ras, dan posisi politik- yang melanggar hukum setempat dan melanggar hak asasi yang diakui komunitas internasional."

Sepanjang lebih dari 70 tahun pencatatan kekerasan oleh angkatan bersenjata Myanmar, nyaris tidak ada aparat militer yang mendapat sanksi di negara bagian Rakhine atau di sejumlah kawasan lain tempat maraknya konflik di negara itu.

Sulit untuk menerima bahwa militer menegaskan semua 400.000 lebih umat Muslim Rohingya yang mengungsi sejauh ini karena keterlibatan dalam serangan oleh kelompok militan Tentara Penyelamatan Rohingya Arakan, ARSA.

Rohingya, Myanmar, Bangladesh
Getty Images
Sekitar 400.000 umat Muslim Rohingya sudah mengungsi ke Bangladesh.

Seorang kolonel di Maungdaw mengatakan kepada saya bahwa banyak tuduhan pemerkosaan yang diungkapkan para pengungsi tidak benar karena pasukannya sudah terlalu sibuk untuk berperang dan berpendapat perempuan Rohingya amat tidak menarik.

Aung San Suu Kyi: " Semua orang yang tinggal di negara Bagian Rakhine memiliki akses untuk pendidikan dan layanan kesehatan tanpa diskrimi nasi ."

Sama sekali tidak benar. Orang Rohingya sudah menjadi subjek pembatasan yang diskriminatif selama beberapa tahun dengan larangan untuk pindah, bahkan menikah, tanpa izin pihak berwenang, yang kadang perlu disogok.

Rohingya, Myanmar, Rakhine
BBC
Satu kampung di negara bagian Rakhine yang dibakar.

Sejak kekerasan antar komunitas pada tahun 2012 lalu, pembatasan atas Rohingya bahkan diperketat.

Halaman
12
Sumber: BBC Indonesia
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan