Kapolri: Hubungan Kita dengan Jepang Sangat Baik Sudah Seperti Saudara Sendiri

Hubungan kita dengan Jepang sangatlah baik sudah seperti saudara sendiri saja.

Kapolri: Hubungan Kita dengan Jepang Sangat Baik Sudah Seperti Saudara Sendiri
Foto Tito Karnavian
Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D (53) bersama Kepala Kepolisian Jepang Shunichi Kuryuu (59) dengan salam persahabatannya. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hubungan baik kepolisian Indonesia dan Jepang sudah seperti abang adik, sangat dekat, sangat baik sampai dengan saat ini.

"Hubungan kita dengan Jepang sangatlah baik sudah seperti saudara sendiri saja. Kepolisian Jepang juga dengan kita di Indonesia juga sudah menjadi teman akrab sangatlah dekat," papar Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D (53) khusus kepada Tribunnews.com seusai bertemu dengan Kepala Kepolisian Jepang Shunichi Kuryuu (59) , makan bersama di daerah Chiyoda-ku Tokyo siang ini.

Kuryuu sendiri adalah Kepala Kepolisian Jepang yang baru diangkat tanggal 18 Januari 2018 tetapi memiliki catatan prestasi yang cukuyp baik di kalangan internasional termasuk pula pernah ikut dalam proyek kepolisian Jepang-Indonesia khususnya di resor Bekasi awal tahun 2000/2001.

"Police community yang ada di Jepang tampaknya juga pernah diterapkan di Indonesia khususnya di Polres Bekasi," tambah Tito lagi.

Keakraban polisi Jepang dengan masyarakat sekitar atau sekelilingnya tampaknya menjadi pola interaktif yang sangat efektif selama ini dan Indonesia pun melihat hal tersebut sebagai hal yang positif dan mungkin saja diterapkan di Indonesia, dimulai dari Bekasi tersbeut.

"Selain itu kita juga bicarakan soal terorisme dengan pimpinan kepolisian Jepang. Seperti kita ketahui polisi Jepang banyak membantu Indonesia terutama saat bom Bali 2002 dan 2005 lalu," lanjutnya.

Counter terorisme menjadi tema utama dalam pembahasan kedua pihak kepolisian di Jepang, termasuk pula pelajaran Jepang menghadapi terorisme saat ada peledakan bom kimia Aum Shinrikyo di dalam kereta api bawah tanah tanggal 20 Maret 1995.

"Jepang juga meminta bantuan Indonesia untuk kerjasama erat dalam mengawasi adanya kemungkinan serangan terorisme atau apa pun juga guna keamanan Olimpiade 2020 mendatang," paparnya lebih lanjut.

Jepang melihat tanpa bantuan semua pihak termasuk Indonesia, antisipasi terorisme internasional dan berbagai kejahatan akan kurang lengkap nantinya sehingga beruang kali kepolisian Jepang tampaknya snagat serius meminta kerjasama Indonesia dalam pengawasan berbagai hal menjelang Olimpiade 2020 mendatang.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help