Jepang Berhasil Luncurkan Satelit, Salah Satunya Untuk Memata-matai Korea Utara

Dengan satelit mata-mata ini diharapkan informasi dapat secepat mungkin diperoleh bahkan sebelum atau saat sudah terlihat kemungkinan

Jepang Berhasil Luncurkan Satelit, Salah Satunya Untuk Memata-matai Korea Utara
Richard Susilo
Roket H2A No.38 saat peluncuran siang ini sekitar jam 13:30 waktu Jepang di Tanegashima Kagoshima Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang melalui badan antariksa ruang angkasanya JAXA, siang ini sekitar jam 13:30 waktu Jepang berhasil meluncurkan Roket H2A No.38 yang berisi satelit pengintaian salah satunya untuk memata-matai Korea Utara (Korut), mengantisipasi rudal yang selama ini seenaknya diluncurkan pihak Korut ke arah Jepang dan dianggap sangat membahayakan keselamatan Jepang.

"Dengan satelit mata-mata ini diharapkan informasi dapat secepat mungkin diperoleh bahkan sebelum atau saat sudah terlihat kemungkinan akan adanya peluncuran rudal dari Korut sehingga antisipasi dapat lebih baik lagi menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi," ungkap sumber Tribunnews.com Selasa ini (27/2/2018).

Peluncuran roket H2A No. 38 sempat ditunda dua hari karena alasan cuaca dan barulah tadi (27/2/2018) jam 13:34 diluncurkan dan berhasil mengorbit dengan baik saat ini.

Dipasang di roket tersebut adalah Unit Optik No.6 untuk mengumpulkan informasi yang ada di bumi bagi keperluan pemerintah. Tingkat keberhasilan peluncuran roket kali ini adalah 97,4%.

Satelit pengumpulan informasi tersebut adalah satelit pengintaian de facto milik pemerintah untuk antisipasi keamanan, seperti keamanan diplomasi dan pertahanan, dan sejauh ini 6 unit satelit telah dioperasikan.

"Optical Unit No. 6" yang diluncurkan kali ini merupakan penerus Unit 4 yang telah mencapai desain kehidupan (terkait banyak kehidupan manusia).

Menurut sumber itu lagi, roket yang lebih baru lagi, roket H2A No.39 telah disiapkan pula, yang dilengkapi dengan perlengkapan lebih canggih lagi untuk pengumpulan informasi berikutnya disesuaikan untuk diluncurkan pada sekitar bulan Mei sampai Juli 2018 ini.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help