Apabila Tenaga Kerja Indonesia Mau Bantu Pertanian Jepang, Harus Punya Ketrampilan Khusus

Tenaga yang membantu bidang pertanian harus juga punya ketrampilan khusus

Apabila Tenaga Kerja Indonesia Mau Bantu Pertanian Jepang, Harus Punya Ketrampilan Khusus
Richard Susilo
Menteri Pertanian Kehutanan dan Perikanan Jepang Ken Saito (58) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, Tokyo - Daerah pertanian kehutanan dan perikanan Jepang memiliki bagian khusus bagi tenaga kerja. Terutama pertanian Jepang yang saat ini memang sangat berkekurangan tenaga kerja karena usia tua jauh semakin banyak dan tenaga muda sangat berkurang, apabila tenaga luar misalnya dari Indonesia mau membantu, harus punya ketrampilan bidang pertanian.

"Tenaga yang membantu bidang pertanian harus juga punya ketrampilan khusus bidang ketrampilan, tak bisa hanya sekedar jishusei (tenaga pemagang) biasa saja," papar Menteri Pertanian Kehutanan dan Perikanan Jepang Ken Saito (58) khusus kepada Tribunnews.com sore ini, Senin (19/3/2018).

Tribunnews.com menanyakan kemungkinan tenaga kerja Indonesia membantu bidang pertanian Jepang yang saat ini memang sangat kekurangan tenaga kerja. Sementara yang muda-muda males atau enggan untuk terjun ke bidang pertaniannya.

Tenaga kerja asing yang mau masuk ke dunia pertanian di Jepang boleh dan bisa saja seperti dari Indonesia, "Tetapi tenaga kerja itu juga harus punya ketrampilan khusus di bidang pertanian, bukan tenaga kerja biasa sehingga bisa membantu para petani di Jepang dengan baik karena memang sudah punya ketrampilan yang sama," paparnya lagi.

Oleh karena itu tenaga kerja asing yang mau masuk ke dunia pertenian di Jepang tidak bisa hanya dengan visa magang seperti kenshusei atau jishusei selama ini banyak dilakukan tenaga kerja Indonesia yang masuk ke Jepang.

Dengan demikian masuk ke Jepang dengan visa jenis tenaga kerja pertanian adalah yang benar dlam membantu para petani Jepang saat ini.

Di negaranya sendiri, seperti di Indonesia mungkin lulusan sekolah menengah atas khusus jurusan pertanian (Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian), menjadi dasar penilaian untuk bisa mendapatkan visa tenaga kerja pertanian guna terjun ke dunia pertanian Jepang.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help