Rachmat Gobel Bersyukur Banyak Belajar Mengenai Jepang Berkat Sang Ayah

Rachmat Gobel merasa bersyukur dapat banyak belajar mengenai Jepang berkat ayahnya Thayeb Mohammad Gobel yang bekerjasama dengan Matsushita Kounosuke.

Rachmat Gobel Bersyukur Banyak Belajar Mengenai Jepang Berkat Sang Ayah
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Rachmat Gobel 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mantan Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel merasa bersyukur dapat banyak belajar mengenai Jepang berkat ayahnya Thayeb Mohammad Gobel yang bekerjasama dengan Matsushita Kounosuke.

"Tahun 1954 ayah saya memproduksi radio lalu tahun 1957 mulai berkenalan dan bekerjasama dengan Matsushita hingga kini terjalin hubungan sangat baik," kata Rachmat Gobel kepada Tribunnews.com, Jumat (20/4/2018).

Gobel juga menyampaikan hal serupa dalam penutupan simposium peringatan 60 tahun hubungan kerja sama Jepang-Indonesia di Hotel New Otani sore ini.

"Dengan kerja sama Jepang sejak 1954 itulah, berkat Matsushita, kita banyak belajar soal pembuatan sebuah produk dengan baik, bagaimana teknologinya, sumber daya manusianya (hitozukuri) serta bagaimana mengembangkan bukan hanya produk usaha tetapi juga membesarkan manusianya dengan baik dari ilmunya Jepang tersebut yang akhirnya banyak mempengaruhi positif Indonesia hingga saat ini," kata Gobel.

Baca: Muntahan Ikan Paus Dibeli Warga Timur Tengah, Nelayan Lamalera Dapat Rp 650 Juta Lebih

Usaha semakin berkembang lagi setelah adanya Asian Games di Jakarta tahun 1962 sehingga kemajuan produksi teknologi Jepang yang dikembangkan Matsushita kini membuahkan karyawan sekitar 20.000 orang yang membuat kerja sama bisnis kedua negara Jepang dan Indonesia semakin akrab.

"Bantuan Jepang kepada Indonesia termasuk lewat JICA, JBIC, Jetro dan sebagainya sangatlah bermanfaat bagi Indonesia. Namun juga kerja sama di berbagai bidang sangat penting baik politik, ekonomi, sosial budaya dan sebagainya seperti yang telah dilakukan selama 60 tahun ini," kata Gobel.

Baca: Bayinya Dirawat akibat Meningitis, Nurul dan Lenny Bingung Cari Uang Rp 250 Juta

Selain itu Gobel juga mengingatkan mulai 2020 hingga 2030 dengan industry 4.0 dan IoT yang semakin mendunia dan perpindahan industri ke luar Jepang, diharapkan Indonesia bisa menjadi tempat investasi.

Dan industri Jepang dengan investasi Green-nya serta berbagai usaha di Indonesia guna meningkatkan kerja sama semakin erat lagi di masa depan.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help