Pelajar SD di Jepang Belajar Bahasa Inggris Gunakan Robot Sebagai Sensei

Robot humanoid "NAO" berdiri di kelas dengan seorang guru yang bertanggung jawab atas kelas tiga membimbing para pelajar sekolah tersebut.

Pelajar SD di Jepang Belajar Bahasa Inggris Gunakan Robot Sebagai Sensei
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Robot Nao mengajarkan bahasa Inggris kepada murid SD?Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mulai tahun ini, kelas bahasa Inggris diwajibkan dari kelas tiga di banyak sekolah dasar di Jepang. Tetapi ALT (Assistant Language Teacher) warga asing yang mampu mengajar bahasa Inggris di berbagai tempat jumlahnya sangat kurang.

Menghadapi hal itu guru-guru di Fukuoka, selatan Jepang menggunakan robot pengganti ALT.

"Saya pikir ada berbagai metode penggunaan untuk robot, sementara menjaga sumber daya manusia sulit, saya ingin meningkatkannya ke sekolah dasar lain di masa depan," ungkap Masanori Yasuda, Kepala Pendidikan Omuta City Perfektur Fukuoka.

Robot humanoid "NAO" berdiri di kelas dengan seorang guru yang bertanggung jawab atas kelas tiga membimbing para pelajar sekolah tersebut.

Baca: Sang Sopir Sebut Yudi Latif Bersama 4 Anaknya Tinggalkan Rumah Menuju Sukabumi Sejak Jumat Pagi

Robot berbicara bahasa Inggris asli dengan intonasi yang baik layaknya orang Inggris.

Robot juga bisa berinteraksi dengan anak-anak tersebut beserta gerakan tangan, tubuh dan wajahnya.

"Kelas pelafalan tidak mudah. Tapi bahasa Inggris NAO sangat baik sehingga mudah dihafal dan diucapkan bersama-sama," kata dia.

Implementasi skala penuh pada tahun fiskal 2020 diharapkan sudah mulai banyak SD di Jepang menggunakan robot sebagai guru bahasa Inggris, bisa bertanya jawab secara langsung dengan robot.

"Kelemahan Jepang selama ini diajarkan oleh banyak guru bahasa Inggris orang Jepang dengan kualitas yang tidak baik, sehingga pelajar pun menjadi kurang baik bahasa Inggris nya," kata dia.

Baca: Andreas Hugo Perreira: Katanya OTT, kok Diminta Menyerahkan Diri?

Biaya tenaga kerja sekitar 5 juta yen per orang per tahun sehingga merupakan beban berat bagi kota di tengah situasi fiskalnya parah.

Di Omuta City memiliki 19 sekolah dasar saat ini tetapi ALT hanya satu orang.

Di sisi lain, harga robot Inggris ini adalah 1,2 juta yen per unit, dan itu menarik perhatian sebagai solusi bagi kota yang menderita masalah yang sama.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help