Suhu Tubuhnya Mencapai 38 Derajat, Permaisuri Jepang Tetap Beraktivitas Bersama Kaisar di Fukushima

Permaisuri Jepang Michiko yang mendampingi Kaisar Akihito berkunjung ke Fukushima sejak kemarin, panas tubuhnya sempat mencapai angka 38 derajat.

Suhu Tubuhnya Mencapai 38 Derajat, Permaisuri Jepang Tetap Beraktivitas Bersama Kaisar di Fukushima
NHK
Permaisuri (Kougou) Michiko (nama aslinya Michiko Shouda). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Permaisuri Jepang Michiko (nama aslinya Michiko Shouda) yang mendampingi Kaisar Akihito berkunjung ke Fukushima sejak kemarin, panas tubuhnya sempat mencapai angka 38 derajat Celcius pagi ini.

Tetapi akhirnya sang permaisuri tetap ikut Kaisar mengunjungi berbagai tempat Senin (11/6/2018) ini di Fukushima.

"Sebenarnya Permaisuri telah sakit mulai panas badannya sejak Minggu malam, mungkin karena terlalu lelah di usianya 83 tahun saat ini," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (11/6/2018).

Kunjungan Kaisar Akihito (84) dan Permaisuri ke luar Tokyo adalah yang terakhir kali sebelum mengundurkan diri sebagai Kaisar dan Permaisuri tanggal 30 April tahun 2019 mendatang.

Baca: Orang Jepang yang Mengaku Raja Belut di Indonesia Ternyata Hanya Pemberi Makan Belut

Badan Rumah Tangga Istana Jepang mengungkapkan jam 05.30 pagi ini panas badan sang permaisuri masih tinggi, tetapi semakin siang suhu tubuhnya turun sedikit demi sedikit.

Ada kemungkinan tidak semua acara di hari Senin ini diikuti Permaisuri karena kondisi tubuhnya masih belum pulih.

Senin (11/6/2018) jam 10.30 Kaisar dan Permaisuri meletakkan bunga ke monumen peringatan Gempa Besar Jepang Timur di Kota Soma, di tengah hujan seharian.

Baca: Jokowi Tiba-tiba Naik Bus di Terminal Baranangsiang Bogor yang Ditumpangi Pemudik dan Menyapa Mereka

Setelah mengunjungi monumen peringatan 207 orang di Distrik Shikama, yang jadi korban tsunami, Kaisar dan Permaisuri bertemu keluarga korban.

"Kerja dan semangat yang baik ya selama ini, syukurlah," kata Kaisar dan disambut tangis haru beberapa korban tsunami tersebut.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help