Inggris Gunakan Anak-anak Sebagai Mata-mata dalam Operasi Kepolisian

Otoritas Inggris mengerahkan anak-anak sebagai mata -mata dalam operasi keamanan rahasia yang dilakukan oleh lembaga kepolisian.

Inggris Gunakan Anak-anak Sebagai Mata-mata dalam Operasi Kepolisian
(Andrew Cribb/Alamy)
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Otoritas Inggris mengerahkan anak-anak sebagai mata -mata dalam operasi keamanan rahasia yang dilakukan oleh lembaga kepolisian.

Seperti yang disampaikan Parlemen Inggris dalam sebuah laporan terbaru.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Jumat (20/7/2018), beberapa anak di bawah umur yang bertugas untuk mengumpulkan data intelijen, berusia di bawah 16 tahun, menurut laporan Komite Peninjau House of Lords.

Laporan yang diterbitkan pada pekan lalu, dibuat sebagai tanggapan atas proposal yang diajukan oleh pejabat pemerintah untuk memperpanjang waktu bagi seseorang yang memiliki usia di bawah 18 tahun agar bisa digunakan sebagai sumber rahasia intelijen manusia (CHIS) selama 4 bulan.

Perlu diketahui, sebelumnya proposal tersebut hanya mengizinkan penggunaan anak-anak di bawah umur selama satu bulan saja.

Resiko kesejahteraan

Lord Trefgarne, Ketua Komite Pengawasan Legislasi Sekunder mengatakan kebijakan menggunakan anak muda sebagai CHIS, telah menimbulkan 'kecemasan yang cukup besar' diantara anggota komite.

Baca: Makin Seru, Isu Tarik Menarik Antara Prabowo dengan Anies Baswedan

Ia pun menyatakan keprihatinannya tentang pelonggaran pembatasan yang diberlakukan saat ini.

"Kami prihatin, bahwa memperbolehkan anak maupun remaja untuk berpartisipasi dalam kegiatan rahasia pada jangka waktu yang panjang dapat mengekspos dan meningkatkan resiko terhadap kesejahteraan mental dan fisik mereka," kata Trefgarne.

Halaman
12
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help