MUFG Jepang Sangat Hati-hati dalam Pengambilalihan Bank Danamon

Mitsubishi UFJ Group (MUFG) telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pengalihan 20,1 persen saham Bank Danamon kepada MUFG.

MUFG Jepang Sangat Hati-hati dalam Pengambilalihan Bank Danamon
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kantor Pusat Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) di Tokyo Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) atau Bank of Mitsubishi UFJ telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pengalihan 20,1 persen saham Bank Danamon kepada MUFG, Selasa (31/7/2018).

Meskipun demikian pihak MUFG masih sangat hati-hati dalam proses pengambilalihan total 73,8 persen saham Bank Danamon diperkirakan baru selesai awal tahun 2019.

"Syukurlah telah disetujui kembali pengambilalihan saham Bank Danamon sehingga kini dengan resmi menjadi 40 persen tahap kedua kepemilikan rasio saham bank tersebut," ungkap sumber Tribunnews.com, Rabu (1/8/2018).

MUFG akan meningkatkan rasio investasi kepemilikannya menjadi 73,8 persen, dan MUFG ingin menyelesaikan akuisisi sesegera mungkin.

Baca: Bantah Pernyataan SBY yang Sebut Jumlah Orang Miskin di Indonesia 100 Juta, JK: Data BPS Valid

"Kita masih di tengah jalan belum banyak yang bisa diungkapkan dan kita masih sangat hati-hati dalam hal ini. Di Indonesia segala hal mendadak bisa berubah, kita masih belum tenang terus terang saja," tambahnya.

Investasi modal asing di Indonesia terbatas hingga 40 persen dan kontribusi khusus diperlukan untuk lebih dari 40 persen investasi.

Pada Desember tahun lalu, MUFG mengakuisisi 19,9 persen saham dengan harga Rp 8.323 per saham, dengan total Rp 15,750 miliar rupiah (1,17 miliar dolar AS).

Nilai Danamon berdasarkan harga itu akan setara dengan 6 miliar dolar AS.

Diperkirakan awal tahun depan akuisisi besar ini akan terjadi. Pihak MUFJ oleh seorang pejabat tinggi Indonesia dalam pertemuan di Hotel New Otani Tokyo sempat dipesankan agar banyak membantu para pengusaha Indonesia dalam pengembangan usaha bisnis di Indonesia di masa depan, khususnya para UKM Indonesia.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help