PM Shinzo Abe Berharap Korban Bencana Alam Banjir di Jepang Barat Tidak Patah Semangat

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berharap masyarakat Jepang jangan patah semangat menghadapi hidup setelah diterjang bencana alam banjir.

PM Shinzo Abe Berharap Korban Bencana Alam Banjir di Jepang Barat Tidak Patah Semangat
Kantor PM Jepang
PM Jepang Shinzo Abe sedang mengunjungi Taman Perdamaian di Hiroshima, Senin (6/8/2018). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEW.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam kunjungannya ke Jepang Barat termasuk Wakayama dan Hiroshima, Senin (6/8/2018) berharap masyarakat Jepang jangan patah semangat menghadapi hidup setelah diterjang bencana alam banjir belum lama ini.

"Jangan patah semangat kita semua akan membantu para korban bencana alam Jepang Barat," kata Shinzo Abe, Senin (6/8/2018) saat mengunjungi dan memberikan penghormatan kepada korban bom atom di taman perdamaian Hiroshima.

PM Abe meminta semua pihak agar mempercepat pembangunan rumah darurat bagi para pengungsi menunggu sampai perbaikan rumahnya sendiri selesai diperbaiki.

"Kami berharap kepada Pemda setempat agar perumahan sementara segera diselesaikan pembangunannya agar bisa meringankan beban para pengungsi para korban bencana alam banjir kemarin," kata dia.

Baca: Nyawa Ni Made Yuli Tak Tertolong Setelah Tertimpa Runtuhan Tembok Rumah Kosnya

Hingga sebulan peringatan bencana banjir tersebut, korban bencana alam di Jepang Barat sebanyak 219 orang meninggal dan 11 orang hilang belum ditemukan hingga kini.

Abe kemarin mengunjungi daerah Kure yang sempat hancur terpukul banjir bandang sebulan lalu.

Setelah selesai banjir dan musim panas, menjadi masalah adalah sampah yang bertumpuk.

Di daerah Takahashi Okayama sedikitnya 7.000 ton sampah belum didaur ulang masih bertumpuk di tep-tepi jalan.

"Hanya 10 persen oleh pihak swasta telah dikerjakan hingga kini. Kita sangat butuh bantuan sekali termasuk dari daerah tetangga untuk bisa mengangkut atau mendaur ulang sampah yang masih sangat menggunung di Okayama sini," ungkap Kunihashi, seorang warga setempat kepada Tribunnews.com, Senin (6/8/2018).

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help