Mengagetkan, Tidak Mau Jadi Sukarelawan Olimpiade 2020 di Jepang Sebesar 60%

Sebanyak 60,1% pekerja sukarela tidak mau melakukannya saat Olimpiade tahun 2020 mendatang di Tokyo

Mengagetkan, Tidak Mau Jadi Sukarelawan Olimpiade 2020 di Jepang Sebesar 60%
Richard Susilo
Logo Olimpiade dan Paralympic Tokyo 2020. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hasil survei yang dilakukan Yayasan Sasakawa yang cukup besar di Jepang, khususnya mengenai Olimpiade 2020 yang akan diselenggarakan di Tokyo tahun 2020, cukup mengejutkan hasilnya.

"Sebanyak 60,1% pekerja sukarela tidak mau melakukannya saat Olimpiade tahun 2020 mendatang di Tokyo dan 64,1% sukarelawan tidak mau melakukan pekerjaan itu, tak mau jadi sukarelawan di Paralympic," papar sumber Tribunnews.com Rabu ini (12/9/2018).

Survei dilakukan Maret 2018 lewat internet terhadap 10.000 responden dengan usia antara 20-60 tahun.
Ketika ditanyakan, dalam dua tahun mendatang saat Olimpiade 2020, maukah menjadi tenaga sukarelawan buat Olimpiade 2020, ternyata yangbersedia hanya 23,1% saja dan 60,1% tidak mau jadi sukarelawan. Sisa persentase tidak mau menjawab dengan jelas, tidak ada kepastian.

Sedangkan terhadap kegiatan Paralympic, sebanyak 17,7% mau menjadi sukarelawan dan 64,4% menyatakan tidak mau jadi sukarelawan.

Mengapa mau menjadi sukarelawan, karena Olimpiada diselenggarakan di Jepang (40%).

Ada pula yang menyatakan karena olahraga disukainya, dan alasan ingin dekat-dekat dengan para atlit Jepang dan internasional yang berdatangan ke Jepang.

Ketidakmauan menjadi tenaga sukarela diperkirakan karena suhu sangat panas sekali saat itu, tambahnya.

Penyelenggaraan dilakukan mulai Jumat 24 Juli 2020 dan saat itu suhu panas udara Jepang diperkirakan sedikitnya 40 derajat Celcius sangatlah panas.

"Tentu ada alasan lain mungkin yang membuat para tenaga sukarela sungkan bekerja sebagai sukarelawan saat itu seperti mungkin dianggap honornya kecil sekali dibandingkan kerja baito (paruh waktu) di sebuah restoran atau fasilitas bisnis lain," ungkapnya lebih lanjut.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved