Tempe Kacang Komak Turunkan Kolesterol

Kacang komak" (Lablab purpureus (L.) Sweet) dapat menjadi alternatif pengganti kedelai dalam memproduksi tempe.

Tempe Kacang Komak Turunkan Kolesterol
Sehatnews
Kacang komak (Lablab purpureus (L.) Sweet) dapat menjadi alternatif pengganti kedelai dalam memproduksi tempe.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Dr Arif Hartoyo mengemukakan  "kacang komak" (Lablab purpureus (L.) Sweet) dapat menjadi alternatif pengganti kedelai dalam memproduksi tempe.

Kacang komak awal mulanya berasal dari India, sedangkan kedelai dibawa oleh China.

"Kacang komak ini sangat memungkinkan sebagai alternatif subtitusi untuk mengurangi impor kedelai," katanya saat ditemui di Bogor.

Di Indonesia kacang komak ini telah dikembangkan di Probolinggo. Kacangnya mirip kedelai dengan sumber protein 20 hingga 27 persen.

"Keunggulan komak, merupakan jenis tanaman yang tumbuh baik di daerah marjinal dan tandus, tidak butuh input produksi yang banyak serta produksi tinggi dan tahan hama penyakit," kata Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Dr Arif Hartoyo.

Kacang komak memiliki dua jenis yakni komak hitam dan komak kuning. Dari hasil penelitian (2003-2011) yang dilakukannya, Arif menemukan keutamaan komak untuk pangan fungsional.

Ia mengatakan, tempe dari kacang komak cukup bangus, memiliki kandungan gizi air sebesar 9,29 persen, protein 21,42 persen, lemak 0,98 persen, karbohidrat 64,49 persen dan abu sebesar 3,83 persen.

"Kandungan komponen fungsional kacang komak terdiri dari serat pangan, oligosakarida, glubulin 7 S dan 11 S, fitosterol dan flavonoid," katanya.

Proses pembuatan tempe kacang komak tidak jauh berbeda dengan kedelai, meski ada sedikit perbendaan pada aroma langu yang dikeluarkan kacang komak sehingga perlu teknis khusus untuk menghilangkan rasa langu tersebut yakni dengan cara mencuci menggunakan abu gosok.

Pembuatan tempe kacang komak juga telah diujicobakan, mengonsumsi tempe berbahan kacang komak dapat menjadi antikolesterol.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Sehat News
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved