Ini Risiko Jika Sembarang Memberi Obat Bebas pada Bayi Baru Lahir

Tapi apa yang harus Ibu lakukan ketika anak merasa sangat tak nyaman? Apakah Ibu membeli obat bebas? Atau memilih tak berbuat apa-apa?

Ini Risiko Jika Sembarang Memberi Obat Bebas pada Bayi Baru Lahir
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi bayi baru lahir. 

TRIBUNNEWS.COM - Bayi-bayi dapat merasakan sakit. Setiap ibu yang pernah memiliki bayi tahu itu.

Tapi apa yang harus Ibu lakukan ketika anak merasa sangat tak nyaman? Apakah Ibu membeli obat bebas? Atau memilih tak berbuat apa-apa?

Fakta Sakit Pada Bayi

Sangat sulit untuk mendeteksi sebab dari kerewelan bayi yang sering menangis. Mungkin saja kolik, kelelahan atau bisa jadi akibat popok yang menyakitkan.

Ibu tidak bisa sepenuhnya paham apa yang sedang dirasakan si kecil karena tentu saja mereka belum bisa menyampaikan pesan lisan tentang kondisi kesehatan bayi yang sebenarnya.

Walau begitu, ada tanda-tanda bayi yang mengalami sakit, di antaranya, suara bayi yang bernada tinggi atau tangisan kencang, meringis, memejamkan mata, mengerutkan kening, tubuh tegang, tungkai ditarik, menolak makanan, dan tidak bisa dihibur.

Jika anak Ibu belum berusia 3 tahun dan tanda-tanda di atas disertai demam, Ibu harus menelepon dokter anak segera.

Demam tinggi pada bayi adalah gejala penyakit yang jarang terjadi tapi sangat serius, seperti meningitis. Pada kondisi ini, jangan andalkan obat penurun demam yang tersedia di pasar (Over The Counter/OTC).

Pemakaian obat OTC/bebas ini bisa menghilangkan alat diagnosis penting dari dokter dan anak bisa berisiko komplikasi karena infeksi. 

Peringatan Tentang obat bebas

Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help