BKKBN: Angka Cakupan Imunisasi Nasional Naik 4 Persen

angka cakupan imunisasi nasional untuk anak berusia 12-24 bulan meningkat dari 66 persen di 2012 menjadi 70 persen di 2017.

BKKBN: Angka Cakupan Imunisasi Nasional Naik 4 Persen
TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/muhammad abdiwan
Ekspresi sejumlah siswa saat mengikuti pelaksanaan kampanye imunisasi Measles-Rubella (MR) Fase II, di MTsN 1 Makassar, Jl AP Pettarani, Rabu (1/8/2018). Kampanye fase II dilaksanakan serentak di 395 kabupaten/kota dan 6.369 puskesmas di 28 provinsi luar Pulau Jawa, dan menyasar anak 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun. tribun timur/muhammad abdiwan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan, angka cakupan imunisasi nasional untuk anak berusia 12-24 bulan meningkat dari 66 persen di 2012 menjadi 70 persen di 2017.

Data ini berdasarkan hasil survei demografi dan kesehatan Indonesia (SDKI) oleh BKKBN bekerja sama dengan BPS dan Kementerian Kesehatan RI di seluruh provinsi se-Indonesia.

"Cakupan imunisasi untuk setiap vaksin dan imunisasi lengkap untuk anak umur 12-24 bulan, trennya meningkat," kata Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo dalam pemaparan Hasil Laporan Akhir SDKI 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (9/10/2018).

Sigit memaparkan cakupan imunisasi campak naik menjadi 87 persen di SKDI 2017, dari 80 persen di 2012. Cakupan imunisasi polio juga mengalami kenaikan sebanyak 7 persen menjadi 83 persen di 2017.

Untuk suntik imunisasi DPT3, cakupan meningkat 5 persen menjadi 77 persen. Sementara cakupan BCG sebanyak 89 persen naik menjadi 95 persen di 2017.

"Hasil ini penting untuk melihat kemajuan program apakah membaik atau kurang, dan hal-hal apa yang harus kita perbaiki. Ini akan jadi pemacu pelaksanaan program ke arah lebih baik di 5 tahun mendatang," kata dia.

BKKBN juga meluncurkan website agar pemangku kepentingan beserta masyarakat bisa menganalisa dan memanfaatkan data yang ada.

"Dengan website ini, semua bisa membuka dan meganalisis lebih mudah dan mereka bisa lihat sektor-sektor mana yang mau disoroti dan dipertajam," pungkas dia.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved