Jumlah Penumpang KRL Sepanjang 2017 Melampaui Target

Dirut PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Muhammad Nurul Fadhila menyatakan jumlah pengguna KRL di tahun 2017 mengalami kenaikan.

Jumlah Penumpang KRL Sepanjang 2017 Melampaui Target
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
KRL mengangkut penumpang di Stasiun Kebayoran, Jakarta, Senin (28/8/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dirut PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Muhammad Nurul Fadhila menyatakan jumlah pengguna KRL di tahun 2017 mengalami kenaikan sebesar 8 persen dari target.

"Kami melayani sebanyak 315.811.848 penumpang, atau naik sebanyak 23.471.050 orang dari target awal volume penumpang," ujar Fadhila saat konferensi pers, Kamis (4/1/2017).

Perluasan jangkauan dari Stasiun Rangkasbitung, Cikarang yang diikuti pembukaan Stasiun Citeras, Bekasi Timur, Tambun, Cibitung dan Angke juga mendorong kenaikan jumlah penumpang.

Baca: Lima Orang Terjaring OTT KPK di Kalsel dan Surabaya, Bupati HST Juga Kena Ciduk

"Stasiun Rangkasbitung tercatat 7.000 orang menggunakan jasa KRL. Jumlah ini meningkat 123 persen hingga saat ini dimana Stasiun Rangkasbitung dan Citeras bisa melayani 15.614 pengguna di setiap harinya. Sedangkan Stasiun Cikarang hingga Bekasi Timur tercatat 36.661 pengguna per harinya," katanya.

Target 2018

Tahun 2018 jumlah penumpang ditargetkan sebanyak 320.026.523 orang, atau meningkat sebanyak 9,5 persen dari tahun sebelumnya.

Pihaknya juga akan menambah sejumlah fasilitas guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan penumpangberupa pembangunan underpass dan JPO di dalam area Stasiun UI, Depok, Duren Kalibata dan Depok.

"Kenapa di empat stasiun itu? Karena berdasarkan evaluasi peningkatan jumlah penumpang di stasiun tersebut," ungkap Fadhila.

Sedangkan pendapatan kumulatif PT KCI di tahun 2017 hampir sebesar Rp 2,5 triliun. Target di tahun 2018 akan meningkat sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya.

Penambahan fasilitas juga terus dilakukan, terhitung mulai tanggal 8 Januari 2018 akan diluncurkan vending machine fare adjustment yang memungkinkan penumpang untuk tidak dikenakan penalti apabila turun di stasiun yang salah dari tujuan awal.

"Misalnya penumpang beli tiket dari Bogor menuju Manggarai, tapi turunnya di Juanda. Sebelum ada fare adjustment maka akan kena penalti. Nantinya penumpang hanya cukup membayar kekurangan perjalanannya saja di vending machine. Kalau stasiunnya belum ada vending machine-nya, bisa dilakukan di loket seluruh stasiun," katanya.

Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved