Wakil Ketua DPRD DKI Kritisi Adanya Fit and Proper Test Cawagub DKI
Adanya ujian tersebut justru membuat masyarakat menilai cawagub DKI tidak berkompeten untuk memimpin Jakarta
Penulis:
Yanuar Nurcholis Majid
Editor:
Imanuel Nicolas Manafe
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwicaksana mengatakan adanya fit and proper test yang dilakukan PKS dan Partai Gerindra untuk menentukan Wagub DKI Jakarta dinilai tidak perlu dilakukan.
Adanya ujian tersebut justru membuat masyarakat menilai cawagub DKI tidak berkompeten untuk memimpin Jakarta.
Baca: Ingin Dengar Visi Misi Cawagub DKI dari PKS, Gerindra : Kami Juga Punya Kepentingan
"Kecuali anda pilih direktur BUMD, kepala dinas. Ini kan wakil gubernur. Mana ada wakil gubernur,kepala daerah di tempat lain ditest dulu," Kata Sani begitu sapaannya di DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (7/11/2018).
Menurut Sani, seharusnya kedua partai pengusung hanya memperkenalkan dua nama tersebut kepada Gerindra dan Gubernur Anies Baswedan bukan untuk ditest.
"Masalah dulu pas Pak Anies dan Pak Sandi dicalonkan oleh PKS Gerindra emang ada fit and proper test? Pak Prabowo Pak Sandi ada badan fit and proper test? berarti ada keraguan," tanya Sani.
Selain itu, Sani mengatakan bahwa adanya fit n proper test justru akan memperlambat menentukan siapa kandidat yang akan maju.
"Menurut saya ada fit and proper test bakal potensi memperpanjang penetapan wagub. Tolak ukur lulus test apa? harus disusun lagi disepakati lagi," ujar Sani.
Sebelumnya PKS dan Gerindra telah sepakat untuk menentukan nama cawagub DKI Jakarta akan diputuskan melalui mekanisme fit and proper test.
Baca: Ahmad Syaiku Ikhlas Jika Tak Terpilih Wagub DKI Jakarta, Asalkan Pendamping Anies dari PKS
Adapun target terbentuknya tim seleksi itu akan selesai pada pekan ini.
“Kita berharap mudah-mudahan pekan ini sudah ada nama-nama. Nanti akan bisa segera diproses,” ucap Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11/ 2018).