Polisi Diceramahi Sri Bintang Pamungkas

Puluhan aparat kepolisian yang menjaga aksi di depan kantor KPK hanya bisa terdiam saat aktivis era Soeharto, Sri Bintang Pamungkas memberikan ceramah dengan berkoar-koar.

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Puluhan aparat kepolisian yang menjaga aksi di depan kantor KPK hanya bisa terdiam saat aktivis era Soeharto, Sri Bintang Pamungkas memberikan ceramah dengan berkoar-koar.

Sejumlah aparat kepolisian memadamkan dan merebut foto Presiden Yudhoyono, Boediono dan Sri Mulyani yang dibakar puluhan aktivis dari berbagai LSM. Aksi perampasan foto tersebut membuat aktivis geram.

Bukannya mengamankan para demonstran yang membakar simbol negara, justru polisi-polisi muda yang berusia sekitar di bawah 20 tahun itu yang mendapat ceramah dari Sri Bintang. Mendengar ceramah itu, para polisi muda tersebut hanya terdiam. Bahkan, Kapolres Jakpus Kombes Gatot Edi, hanya bisa memantau dari kejauhan.

Menurut Sri Bintang, rezim SBY-Boediono sudah tak layak dipertahankan lagi. Dengan adanya penegakan hukum yang dibedakan-bedakan dalam pemeriksaan Boediono dan sejumlah kegagalan pemerintah, maka sudah seharusnya rezim dan sistem diganti.

"Wahai polisi yang muda, kalau yang sudah tua sih masa bodo, karena sudah ngikutin maunya SBY. Andai SBY jatuh, apa anda mau mengabdi seperti ini lagi. Republik ini tidak akan hancur dengan jatuhnya SBY-Boediono. Hukum harus ditegakkan dan anda adalah alat negara untuk menegakkan hukum itu," kata Bintang Pamungkas.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved