Apakah Pil PCC yang Bikin Puluhan Pelajar Kejang-kejang Sejenis Flakka?

"Tapi ternyata ini beredar secara bebas, bahkan dijual kepada anak-anak sekolah dengan harga 20 butir Rp 25 ribu," ujar Arman.

Apakah Pil PCC yang Bikin Puluhan Pelajar Kejang-kejang Sejenis Flakka?
KOMPAS.com/KIKI ANDI PATI
Salah satu pasien yang dirawat di RSJ Kendari setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diduga narkoba. 

TRIBUNNEWS, JAKARTA -- Badan Narkotika Nasional (BNN) menjelaskan pil PCC atau Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol, yang dikonsumsi puluhan murid Sekolah Dasar dan Menengah Pertama, bukan lah narkoba jenis flakka.

Puluhan murid di Kendari, Sulawesi Tenggara, kejang-kejang, hingga mual-mual.

Mereka dibawa ke Rumah Sakit, lantaran mengkonsumsi pil PCC.

Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari meneranfkan, pil PCC biasa dikonsumsi untuk penghilang rasa sakit.

Baca: 53 Pelajar di Kendari Kejang-kejang, 1 Tewas Akibat Telan Pil PCC

"Dan juga sebagian di antaranya digunakan untuk obat sakit jantung," ujar Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/9/2017).

PCC tidak bebas diperjualbelikan.

Harus dengan izin dan resep dokter.

Menjadi masalah ketika dijual secara bebas di Kendari, hingga membuat 53 murid kejang-kejang, dan satu orang meninggal dunia.

"Tapi ternyata ini beredar secara bebas, bahkan dijual kepada anak-anak sekolah dengan harga 20 butir Rp 25 ribu," ujar Arman.

Halaman
12
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help