Korupsi KTP Elektronik

ICW Dukung Inisiatif Hakim Tipikor Gelar Sidang Setya Novanto Setiap Hari

ICW menilai, selama ini frekuansi sidang perkara e-KTP memang terbilang sangata cepat yakni setiap hari Senin dan Kamis.

ICW Dukung Inisiatif Hakim Tipikor Gelar Sidang Setya Novanto Setiap Hari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto mendengarkan keterangan saksi saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/3/2018). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum salah satunya yakni Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendukung upaya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor untuk menyelenggarakan sidang terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto diadakan setiap hari.

ICW menilai, selama ini frekuansi sidang perkara e-KTP memang terbilang sangata cepat yakni setiap hari Senin dan Kamis.

Untuk itu, ICW berharap dari persidangan yang semakin dipercepat setiap hari, maka semakin mempercepat penyelesai perkara kasus korupsi e-KTP.

"Kita berharap perkara ini cepat selesai ya, artinya kalau memang itu menjadi alternafir silakan saja selama semuanya siap, kita dukung dan suport," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Tama Satrya Langkun di kantor ICW, kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (8/3/2018).

Dikabarkan sebelimnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat berencana menggelar sidang kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto setiap hari.

Bukan tanpa alasan, ini karena jumlah saksi yang akan dihadirkan mencapai 99 orang. 

Baca: Asyik Bongkar Motor Curian, Pria Pengangguran Ini Diringkus Polisi

Baca: Fahri Hamzah Laporkan Presiden PKS ke Polda Metro Jaya

Selanjutnya Hakim Yanto juga meminta kepada jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tim penasihat hukum Setya Novanto untuk menyiapkan saksi-saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan.

“Disiapkan juga saksi-saksi dari penasihat hukum dari sekarang ya. Jadi nanti di agendakan tanggal 22 Maret 2018 supaya sudah tuntutan,” katanya.

Atas rencana sidang setiap hari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengaku siap untuk mengikuti perintah Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, pihaknya sejak awal telah siap dengan bukti-bukti yang dimiliki. Sehingga tidak ada keraguan dalam menjalani proses yang diminta oleh pengadilan.

"Terkait dengan sidang yg akan dilakukan setiap hari KPK tentu siap ya, dan JPU KPK juga sudah menyiapkan bukti dengan sangat rinci yang nanti siap akan dihadirkan di persidangan," ujar Febri.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved