Tiga Mahasiswa Surabaya Bertukar Informasi Peretasan Lewat Aplikasi Telegram

"Mereka punya forum salah satunya menggunakan aplikasi telegram," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro Jaya

Tiga Mahasiswa Surabaya Bertukar Informasi Peretasan Lewat Aplikasi Telegram
warta kota
Tiga hacker yang juga mahasiswa Surabaya yang menjebol 600 situs perusahaan dan pemerintahan di 44 negara, termasuk milik Amerika Serikat (AS), diperlihatkan saat rilis di Polda Metro Jaya Jakarta, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.cokm, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga mahasiswa Surabaya, pelaku peretasan 3.000 sistem elektronik dan situs internet di 44 negara bertukar informasi melalui aplikasi komunikasi Telegram.

Ketiga tersangka itu, yakni AN (21), ATP (21), dan KRS (21), merupakan anggota komunitas Surabaya Black Hat yang beranggotakan sekitar 707 orang.

Baca: Sistem Elektronik Pemerintah Kota Los Angeles Jadi Korban Peretasan Tiga Mahasiswa Surabaya

Mereka kerap bertukar informasi peretasan melalui aplikasi Telegram.

"Mereka punya forum salah satunya menggunakan aplikasi telegram," ujar Kasubdit Cyber Crime Ditkrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Roberto Pasaribu di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Roberto menerangkan, dalam aplikasi itu, mereka bertukar informasi akses terlarang.

Baca: Senyum dan Pengakuan Vicky Shu Dalam Sidang Kasus First Travel

"Jadi mereka semua berbicara di sana, mengirimkan data dan memang kebanyakan dari mereka adalah bertukar informasi mengenai kegiatan ilegal access bisa dilakukan," ujar Roberto.

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya tengah menelusuri aktivitas kegiatan dalam grup tersebut.

Halaman
123
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help