OSO Sambut Baik Pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni 212

Menurutnya, pertemuan tersebut sebagi bagian dari tugas presiden yang harus mengayomi seluruh lapisan masyarakat

OSO Sambut Baik Pertemuan Jokowi dengan Persaudaraan Alumni 212
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso
Oesman Sapta Odang (OSO) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura, Oesma Sapta Odang (OSO) menilia positif pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Persaudaraan Alumni 212 dan petinggi Ormas Front Pembela Islam (FPI) di Istana Bogor Jawa Barat, Senin kemarin (23/4/2018).

Menurutnya, pertemuan tersebut sebagi bagian dari tugas presiden yang harus mengayomi seluruh lapisan masyarakat.

"Positif dong, bahwa seorang presiden untuk mendekati semua lapisan masyarakat termasuk organisasi-organisasi resmi atau organisasi yang dianggap tidak resmi itu kewajiban seorang kepala negara, untuk mendekati semua unsur-unsur masyarakat bangsa Indonesia ini," kata OSO di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (25/4/2018).

Baca: Wapres JK Dorong BPJSTK Perbesar Investasi ke Sektor Properti

Menurut OSO, sikap Jokowi yang menemui berbagai elemen msyarakat telah dilkukannya sejak menjabat Wali Kota Solo‎.

Adapun pertemuan baru digelar sekarang sekarang ini lantaran momentumnya dianggap tepat.

"Saya kira situasinya yang memang memungkinkan untuk dia melakukan hal itu," katanya.

OSO mengaku tidak tahu alasan utama Jokowi menggelar pertemuan dengan PA 212 dan Petinggi FPI.

Baca: Panglima TNI: Wanita TNI Maupun Polwan Diberi Kesamaan dan Tugas yang Sama untuk Kawal NKRI

Yang pasti menurutnya, Jokowi memiliki kepedulian terhadap semua lapisan masyarakat.

Terkait pihak yang ditemui sering melontarkan kritik terhadap pemerintahan, menurut OSO hal itu sah saja. Asalkan, kritik yang dilontarkan sifatnya membangun, bukan fitnah.

"Kritik yang sifatnya membangun saya pikir Jokowi sangat terima. Tapi jangan kritik asal kritik asal mempunyai indikasi untuk menjatuhkan sesuatu yang tidak harus jatuh," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help