Senin, 1 September 2025

Pilpres 2019

Bertemu Amien Rais, Fadli Zon Mantapkan Upaya Ganti Presiden 2019

"Tentu membahas perkembangan, situasi, isu, ekonomi, sosial, politik, termasuk rupiah yang semakin melemah dan semakin mantap 2019 harus ganti preside

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Rizal Bomantama/Tribunnews.com
Fadli Zon 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, ‎JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membenarkan pertemuannya dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais membahas peta politik Pemilu Presiden 2019.

Dalam pertemuan tersebut menurut Fadli, Amien Rais menyatakan sikapnya untuk mengganti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi ) .

Baca: Sandiaga Berharap Pembangunan Skybrigth Selesai Sebelum Tahun Baru

"Tentu membahas perkembangan, situasi, isu, ekonomi, sosial, politik, termasuk rupiah yang semakin melemah dan semakin mantap 2019 harus ganti presiden. Itu intinya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (26/4/2018).

Meski memiliki visi yang sama untuk mengganti Joko Widodo sebagai presiden dalam Pemilu mendatang, Fadli belum mau menyebutkan apakah PAN akan bergabung dalam koalisi Gerindra atau tidak.

Alasannya menurut Fadli, ia menghargai mekanisme internal partai PAN dalam mengumumkan arah koalisi.

Baca: Amien Rais: Ganti Presiden Sudah Unstoppable

Untuk diketahui PAN akan menentukan sikapnya pada Pemilu presiden dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan digelar Juni atau Juli mendatang.

"Pak Amien kan juga sebagai, tentunya dengan semuan jajaran pengurus PAN, mereka kan punya mekanisme internal yang harus kita hargai. Pokoknya tadi bersama Pak Amien, Pak Amien semakin mantap 2019 harus ganti presiden," tuturnya.

Baca: Gempa 5,8 Skala Richter Guncang Bali

Menurutnya dalam pertemuan tersebut Amien Rais juga menyarankan kepada partai Gerindra untuk‎ memilih Cawapres yang dapat mendongkrak elektabilitas Prabowo.

Sehingga tujuan untuk memenangkan pesta demokrasi masyarakat Indonesia dapat terwujud.

"Pokoknya harus nendang dan harus menang. Nendang itu harus ada power. Powernya ya elektabilitas, jaringan yang kuat, akseptabilitas," katanya.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan