Pilpres 2019
Bertemu Amien Rais, Fadli Zon Mantapkan Upaya Ganti Presiden 2019
"Tentu membahas perkembangan, situasi, isu, ekonomi, sosial, politik, termasuk rupiah yang semakin melemah dan semakin mantap 2019 harus ganti preside
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membenarkan pertemuannya dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais membahas peta politik Pemilu Presiden 2019.
Dalam pertemuan tersebut menurut Fadli, Amien Rais menyatakan sikapnya untuk mengganti Presiden RI Joko Widodo (Jokowi ) .
Baca: Sandiaga Berharap Pembangunan Skybrigth Selesai Sebelum Tahun Baru
"Tentu membahas perkembangan, situasi, isu, ekonomi, sosial, politik, termasuk rupiah yang semakin melemah dan semakin mantap 2019 harus ganti presiden. Itu intinya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (26/4/2018).
Meski memiliki visi yang sama untuk mengganti Joko Widodo sebagai presiden dalam Pemilu mendatang, Fadli belum mau menyebutkan apakah PAN akan bergabung dalam koalisi Gerindra atau tidak.
Alasannya menurut Fadli, ia menghargai mekanisme internal partai PAN dalam mengumumkan arah koalisi.
Baca: Amien Rais: Ganti Presiden Sudah Unstoppable
Untuk diketahui PAN akan menentukan sikapnya pada Pemilu presiden dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan digelar Juni atau Juli mendatang.
"Pak Amien kan juga sebagai, tentunya dengan semuan jajaran pengurus PAN, mereka kan punya mekanisme internal yang harus kita hargai. Pokoknya tadi bersama Pak Amien, Pak Amien semakin mantap 2019 harus ganti presiden," tuturnya.
Baca: Gempa 5,8 Skala Richter Guncang Bali
Menurutnya dalam pertemuan tersebut Amien Rais juga menyarankan kepada partai Gerindra untuk memilih Cawapres yang dapat mendongkrak elektabilitas Prabowo.
Sehingga tujuan untuk memenangkan pesta demokrasi masyarakat Indonesia dapat terwujud.
"Pokoknya harus nendang dan harus menang. Nendang itu harus ada power. Powernya ya elektabilitas, jaringan yang kuat, akseptabilitas," katanya.