Sabtu, 30 Agustus 2025

Respons PP Muhammadiyah Sikapi Aksi Bullying Siswa Terhadap Guru di Kendal

Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Mukti turut menyoroti soal hebohnya video viral guru dikeroyok murid di Kendal, Jawa Tengah.

Editor: Adi Suhendi
Capture Video
Viral video murid keroyok guru di dalam kelas 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Sekretaris Jenderal PP Muhammadiyah, Abdul Mukti turut menyoroti soal hebohnya video viral guru dikeroyok murid di Kendal, Jawa Tengah.

‎"Kan sudah ada penjelasan resmi dari sekolah, klarifikasi institusi berwenang dan penjelasan Bupati Kendal (Mirna Annisa). Intinya apapun itu, bercanda atau sungguh-sungguh. Yang terpenting adalah pendidikan karakter dan akhlak bukan soal bagaimana kita beri ilmu," ungkap Abdul Mukti saat ditemui di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Baca: Jeirry Sumampow Pesimistis KPU Bisa Selesaikan Perbaikan Daftar Pemilih Hingga 15 November 2018

Lebih lanjut Abdul Mukti juga menyampaikan bahwa membangun karakter dan peradaban bangsa serta menghormati sesama umat manusia termasuk guru harus terus dijunjung tinggi.

"Ada yang perlu dievaluasi sistem pendidikan, tekankan aspek karakter dan pembangunan akhlak," imbuhnya.

Baca: Gerindra Sebut Masalah Terletak Pada Strategi Jika Partai Pengusung Tidak Mendapat Coattail Effect

‎Dalam video tersebut, ada lima orang siswa yang melecehkan kewibawaan seorang guru bernama Joko Susilo (54) saat jam pelajaran.

Kelima siswa itu yakni PMI (16), SNC (16), MM (16), AA (16) yang menggoda Joko Susilo, sedangkan AAM‎ (16) bertugas merekam kejadian itu.

Atas kehebohan ini, Senin (12/11/2018), Bupati Mirna mendatangi sekolah untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak sekolah, guru dan siswa yang terlibat dalam video itu.

Baca: Pengamat: Pemilu 2019 Jadi Pemilu Hidup Mati Bagi Partai Demokrat

Menurut Mirna, sikap dari para siswa itu merupakan pelecehan terhadap seorang guru.

Masih menurut Mirna, hal itu sangat tidak pantas jika siswa melempar kertas saat guru tengah mengajar dan bercanda dengan mendorong guru saat pelajaran.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan