Bangganya Menlu Retno Marsudi Lepas Pasukan Peacekeeper Perdamaian PBB ke Afrika

Diketahui, untuk UNAMID, Polri telah mengirimkan pasukan peacekeeper-nya setiap tahun, sejak 2008.

Bangganya Menlu Retno Marsudi Lepas Pasukan Peacekeeper Perdamaian PBB ke Afrika
Puspen TNI/Puspen TNI
ilustrasi. Prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Satgas Indobatt (Indonesian Battalion) Konga XXIII-L/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) menggelar Upacara Peringatan HUT ke-73 TNI AL di Lapangan Soekarno, Markas Indobatt UN Posn 7-1 Adshit Alqusyair, Lebanon Selatan, Senin (10/9/2018). (Puspen TNI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 322 Personel Polri dilepas untuk mengikuti misi perdamaian. Mereka tergabung dalam Formed Police Unit (FPU) Misi Perdamaian PBB.

Pelepasan itu dilakukan dalam upacara yang dipimpin Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan dihadiri Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kamis (14/2).

Retno mengatakan dirinya merasa sangat bangga dapat melepas pasukan perdamaian (peacekeeper) dari Indonesia.

"Kita sangat bangga bahwa peacekeeper Indonesia selama ini telah membawa nama baik Indonesia di luar negeri. Dan kita berhasil duduk di dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, salah satunya karena faktor kontribusi kita dalam peacekeeping operation," ujar Retno, di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Ia menjelaskan 322 personel Polri itu akan dikirim ke dua negara konflik yaitu Sudan (United Nations African Mission In Darfur/UNAMID) dan Republik Afrika Tengah (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic/MINUSCA).

Baca: Jokowi Disarankan Paparkan Keberhasilan Program Pemerintah di Debat Kedua

Adapun 180 personel diantaranya akan dikirim ke Darfur, Ibu Kota Sudan. Sementara 140 personel lainnya dikirim ke Bangui, Ibu Kota Afrika Tengah. Jumlah tersebut belum termasuk dua pimpinan Satgas tersebut.

Satgas FPU di Darfur Sudan diketahui dipimpin oleh AKBP Henzly Moningkey. Adapun Satgas FPU di Bangui dipimpin oleh AKBP FX Arendra Wahyudi.

"Dari yang akan kita lepas, jumlah total adalah 322, terdiri dari 1 satgas FPU yang akan berangkat ke MINUSCA, Central Afrika. Jumlahnya 140 personel, 14 diantaranya adalah polwan dan ini adalah deployment baru. Yang kedua 1 satgas FPU UNAMID, rotasi tapi tidak hanya rotasi, tetapi juga upgraded. Karena jumlah sebelumnya 140 sekarang menjadi 180, sehingga ada penambahan 40 baru dengan misi ke Darfur," kata dia.

Diketahui, untuk UNAMID, Polri telah mengirimkan pasukan peacekeeper-nya setiap tahun, sejak 2008.

FPU UNAMID sendiri menjalani pelatihan di Pusat Pelatihan Multifungsi Polri di Cikeas, Bogor, selama 6 bulan. Sementara FPU MINUSCA, dilatih selama 12 bulan di tempat yang sama.

Adapun pelatihan yang dijalani UNAMID meliputi pelatihan kemampuan taktikal seperti teknik dasar kepolisian, SWAT, core predeployment training, mengemudikan kendaraan, dan specialize training materialdari PBB serta command staff. Mereka juga diwajibkan mampu berbahasa Inggris dan Perancis.

Sementara, MINUSCA mendapat pelatihan yang mengarah kepada kesehatan, psikologi, informasi dan teknologi, bahasa asing Inggris dan Prancis, serta mengemudi dan menembak.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved