62,4 Persen Guru SD Buta Komputer
Penggunaan Information Communication and Technology (ICT) sekolah di Sumatera Selatan (Sumsel) masih sangat minim.
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Penggunaan Information Communication and Technology (ICT) sekolah di Sumatera Selatan (Sumsel) masih sangat minim.
Pasalnya dari total 6.060 sekolah di Sumsel yang terdiri dari 4.211 sekolah, SMP 1.163 sekolah, SMA 519 sekolah dan SMK 167 persentase kepemilikan ICT di sekolah rata-rata di bawah 50 persen.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel, Ade Karyana mengatakan, ICT di sekolah untuk kategori kepemilikan komputer rata-rata di bawah 50 persen.
Untuk SD yang memiliki komputer hanya 20 persen, SMP 50 persen, SMA 55 persen dan SMK 40 persen.
“Sedangkan persentase yang sudah terkoneksi internet untuk SD hanya 6 persen, SMP 38 persen, SMA 30 persen dan SMK 34 persen,” ujarnya dalam roundtable discussion dewan pendidikan di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (18/5/2011).
Bahkan, sambung Ade, persentase kemampuan guru untuk mengoperasikan komputer juga masih rendah.
Untuk guru SD guru yang buta komputer mencapai 62,4 persen dari total 58.558 guru, SMP 51,2 persen dari 19.683 guru, SMA 46,7 persen dari 10.775 guru dan guru SMK 44,4 persen dari 3.546 guru.
“Oleh karena itu kami akan melakukan pelatihan komputer bagi guru di setiap kabupaten/kota secara bertahap,” kata Ade.
Senada diungkapkan, Ketua Dewan Pendidikan Sumsel, Prof DR Sirozi. Ia menuturkan, rountable discussion kali ini adalah yang kedua. Tema yang diambil adalah akselerasi dan standardisasi penggunaan ICT sekolah di Sumsel.
"Tema ini diambil karena berdasarkan kunjungan kami ke kabupaten/kota dari beberapa sekolah yang dikunjungi ternyata penggunaan ICT masih lamban dan belum mengacu pada standar yang ditetapkan," ujar Sirozi.
“Pasalnya penggunaan ICT hanya untuk mengetik, browsing dan email. Sekolah belum menggunakan sistem buku elektronik, e-learning dan open learning. Bahkan ada sekolah dan madrasah yang belum mempunyai ICT,” papar Sirozi.