Mahasiswa Udinus Dipaksa Mengundurkan Diri karena Terlalu Kritis

Pengunduran diri itu dikarenakan pihak kampus menganggapnya terlalu kritis mengomentari kebijakan kampus melalui

Mahasiswa Udinus Dipaksa Mengundurkan Diri karena Terlalu Kritis
Tribun Jateng/Suharno
Mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Wahyu Dwi Pranata dipaksa mengundurkan diri oleh kampusnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Wahyu Dwi Pranata dipaksa mengundurkan diri oleh kampusnya. Pengunduran diri itu dikarenakan pihak kampus menganggapnya
terlalu kritis mengomentari kebijakan kampus melalui tulisannya di blog maupun kompasiana.

"Tulisan pertama yang saya buat yakni Banner Udinus Tipu Mahasiswa dan dimuat di salah satu situs berita online dan juga akun pribadinya di Kompasiana," ujar Wahyu Dwi Pranata kepada Tribun Jateng (Tribunnews.com Network), Jumat (20/9/2013).

Pada tulisan itu, Wahyu menulis tentang program mahasiswa Udinus yang kuliah selama satu tahun di Malaysia, tetapi nyatanya mahasiswa Udinus hanya kuliah selama enam bulan di Universitas Teknikal Malaysia Malaka (UTeM). Dari tulisan itu, Wahyu pun dipanggil oleh pihak Rektorat untuk dimintai pertanggungjawabannya tentang tulisan itu.

"Setelah dipanggil, saya sempat menyesal telah menulis karena Pak Rektor mengatakan dari tulisan saya itu bisa berdampak kepada 11.000 mahasiswa Udinus dan juga alumni jika kampusnya dicap sebagai kampus penipu," jelasnya.

Wahyu tidak hanya menulis itu saja, dia juga aktif menulis dan mengkritik kampusnya di Blog maupun Kompasiana. Salah satu tulisannya yang paling banyak dibaca yakni "Kau Renggut Miliaran dari kami lalu Kau Perlakukan Kami Seperti Orang Miskin."

Mahasiswa asal Purwodadi itu pun beranggapan tulisannya merupakan bagian dari hak kebebasan mengungkapkan pendapat di negara demokrasi ini. Namun lagi-lagi pihak kampus memanggilnya dan memintanya menghapus semua tulisannya.

Puncaknya pada Kamis (19/9/2013) lalu, Wahyu beserta orangtuanya dipanggil ke kampus untuk menandatangani surat pengunduran diri.

"Tidak banyak kesempatan untuk mengobrol kala itu. Saya langsung ditawari dua pilihan, pencemaran nama baik dan terkait UU ITE atau saya harus mengundurkan diri," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi Tribun Jateng mengenai pengunduran diri mahasiswanya, Rektor Udinus, Dr Ir Edi Noersasongko mengatakan sudah tidak mau membahas masalah itu lagi.

"Wahyu sudah mengundurkan diri dan orangtuanya juga sudah menandatangani surat itu. Jadi tidak perlu ada lagi yang dibahas," tandasnya.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help