Erupsi Tiap 10 Menit

Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, terus meningkat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional

Erupsi Tiap 10 Menit
Tribun Medan/DEDY SINUHAJI
Luncuran awan panas Gunung Sinabung saat erupsi terlihat dari Desa Suka Ndebi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (4/1/2014). Aktivitas Gunung Sinabung terus meningkat ditandai dengan munculnya lava pijar dan luncuran awan panas. TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI 

TRIBUNNEWS.COM, KABANJAHE - Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, terus meningkat. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, peningkatan aktivitas tersebut terlihat dari erupsi dan luncuran awan panas dari Gunung Sinabung.

"Sejak pagi hingga pukul 13.00 WIB sudah sekitar 30 kali erupsi dan tinggi asap mencapai 2-4 km," katanya kepada Tribun, Sabtu (4/1/2014). Ia mengatakan mulai pukul 11.00 WIB-13.30 WIB, erupsi rata-rata hanya berselang 10-30 menit.

"Guguran awan panas mencapai 60 kali dengan jarak luncur sejauh 2-5 km ke arah tenggara. Besaran awan panas juga lebih besar dibanding sebelumnya," kata Sutopo.

Ia mengatakan, PVMBG melaporkan ke Posko BNPB bahwa,  aktivitas Gunung Sinabung hingga siang masih tinggi. Suplai magma dari dalam dan pertumbuhan kubah lava masih berlangsung.

Pada, Jumat (3/1/2013) tercatat 172 kali awan panas dengan jarak luncur 2-4 km ke tenggara. "Terjadi 32 kali letusan yang tinggi kolom erupsi mencapai 2-6 km," katanya. Ketinggian awan panas hingga enam km ini merupakan rekor tertinggi sejak Sinabung meletus.

Sementara gempa hybrid berkisar 400-600 per hari. Gempa hybrid, yang awalnya frekuensinya tinggi diikuti frekuensi rendah, mencirikan pembentukan atau pertumbuhan kubah lava.

Akibat awan panas, katanya, warga yang berada 6,5 km dari kawah gunung, dua hari lalu, sudah diungsikan. Sebab, desa-desa di arah tenggara merupakan jalur awan panas.

Komandan Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung Letkol Kav Prince Meyer Putong mengatakan, kondisi Gunung Sinabung semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, sehari saja, Sinabung bisa erupsi hingga puluhan kali, dan menghasilkan debu tebal.

"Hari ini aktivitasnya cukup tinggi. Ada sekitar 53 kali erupsi," katanya via telepon seluler, kemarin malam. Dandim 0205/TK ini menambahkan, sejauh ini pihaknya belum melakukan evakuasi tambahan terhadap warga. Terakhir, satgas melakukan evakuasi terhadap warga di dua desa, Desa Jeraya dan Desa Pintu Besi.

"Kalau hari ini tidak ada (evakuasi). Kemarin lah terakhir, dua desa," katanya, dua hari lalu. Menurut Prince, sampai saat ini pengungsi sekitar 20.300 jiwa. Para pengungsi dari berbagai desa itu tinggal di 32 titik posko. "Untuk posko masih tetap seperti kemarin. Ada 32 titik yang sudah disiapkan," katanya.

 Berdasar informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Sinabung juga masih menerima suplai magma dari dalam dengan pertumbuhan kubah lava yang terus berlangsung.

Pada Jumat (3/1), awan panas juga keluar kawah Gunung Sinabung hingga 172 kali dengan jarak luncur hingga 4 km ke arah tenggara. Saat itu, terjadi juga 32 kali letusan tinggi dengan kolom erupsi hingga 6 km. Sedangkan gempa hybrid juga terus terjadi yang menandakan pertumbuhan kubah lava.

Dengan kondisi itu, masa tanggap darurat erupsi Gunung Sinabung telah diperpanjang dan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada serta mengikuti imbauan dan arahan pemerintah.

"Dengan kondisi aktivitas gunung api yang terus meningkat, maka rencana kontinjensi dengan skenario terburuk perlu dimatangkan," katanya. Ia menambahkan, Kepala BNPB Syamsul Maarif sudah memerintahkan semua kementerian atau lembaga, BPBD Sumut, Pemda Karo dan semua yang terlibat menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

"Belajar dari pengalaman erupsi Gunung Merapi 2010, peningkatan aktivitas gunung kemudian diikuti dengan penetapan radius evakuasi dari 5 km kemudian 10 km, 15 km dan 20 km," katanya, seraya menyatakan semua kesiapan yang menyangkut penanganan pengungsi perlu disiapkan secara baik.(cr5)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved