Senin, 1 September 2025

Kisah Ratna, Guru Penderita HIV yang Tetap Disayang Anaknya

Virus mematikan hidup dalam tubuh Ratna. Namun, semangatnya mendidik bangsa tak pernah pupus.

Editor: Sugiyarto
Andri Tambunan
Ratna di ruang kelas tempatnya mengajar serta putrinya, Amel. 

TRIBUNNEWS.COM - Virus mematikan hidup dalam tubuh Ratna. Namun, semangatnya mendidik bangsa tak pernah pupus.

Di pulau paling timur Indonesia, ibu satu anak itu mengajar agama di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan, menyadarkan pentingnya menangkis HIV/AIDS pada 120 muridnya lewat pelajaran muatan lokal khusus tentang HIV, serta memberdayakan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) anggota Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Sorong Sehati.

Ratna bahkan coming out sebagai ODHA.

"Saya pernah menganggap diri saya tidak berguna setelah terinfeksi HIV. Saya tidak ingin orang mengalaminya," kata Ratna.

"Saya mau menghapus stigma pada ODHA. Saya mau menghapus diskriminasi," imbuhnya mengutarakan motivasi untuk coming out.

Terinfeksi HIV

Ratna mengetahui bahwa dirinya terinfeksi HIV sejak tahun 2009. Dia mendapat virus itu dari suaminya.

"Suami saya itu angkatan (TNI-red). Dia memang sering tugas keluar, suka jajan," katanya.

Dua tahun setelah pernikahan, suami Ratna jatuh sakit. Tuberculosisnya begitu parah hingga batuk dan muntah darah.

Lewat pemeriksaan medis, Ratna akhirnya mengetahui bahwa sang suami terinfeksi HIV.

"Sejak saat itu, saya sebenarnya sudah memvonis diri saya HIV positif," ujar Ratna.

Tak lama setelah dinyatakan positif, suami Ratna meninggal dunia. Jenazah dibawa ke kampung halaman di Makassar.

Empat puluh hari setelah kepergian sang suami, perempuan yang menjadi guru sejak tahun 2010 itu pun menjalani tes HIV untuk pertama kalinya di Makassar.

Hasil tes mengungkap, Ratna positif.

Masih belum yakin, ia melakukan tes ulang saat kembali ke Papua. Hasilnya ternyata positif lagi. Ratna pun pasrah.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan