Kisah Ratna, Guru Penderita HIV yang Tetap Disayang Anaknya

Virus mematikan hidup dalam tubuh Ratna. Namun, semangatnya mendidik bangsa tak pernah pupus.

Kisah Ratna, Guru Penderita HIV yang Tetap Disayang Anaknya
Andri Tambunan
Ratna di ruang kelas tempatnya mengajar serta putrinya, Amel. 

TRIBUNNEWS.COM - Virus mematikan hidup dalam tubuh Ratna. Namun, semangatnya mendidik bangsa tak pernah pupus.

Di pulau paling timur Indonesia, ibu satu anak itu mengajar agama di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan, menyadarkan pentingnya menangkis HIV/AIDS pada 120 muridnya lewat pelajaran muatan lokal khusus tentang HIV, serta memberdayakan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) anggota Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Sorong Sehati.

Ratna bahkan coming out sebagai ODHA.

"Saya pernah menganggap diri saya tidak berguna setelah terinfeksi HIV. Saya tidak ingin orang mengalaminya," kata Ratna.

"Saya mau menghapus stigma pada ODHA. Saya mau menghapus diskriminasi," imbuhnya mengutarakan motivasi untuk coming out.

Terinfeksi HIV

Ratna mengetahui bahwa dirinya terinfeksi HIV sejak tahun 2009. Dia mendapat virus itu dari suaminya.

"Suami saya itu angkatan (TNI-red). Dia memang sering tugas keluar, suka jajan," katanya.

Dua tahun setelah pernikahan, suami Ratna jatuh sakit. Tuberculosisnya begitu parah hingga batuk dan muntah darah.

Lewat pemeriksaan medis, Ratna akhirnya mengetahui bahwa sang suami terinfeksi HIV.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved