Gempa Aceh

Gempa Susulan yang Menguncang Pidie Jaya 108 Kali

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengakumulasi jumlah gempa susulan di Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mencapai sebanyak 108 kali guncangan

Gempa Susulan yang Menguncang Pidie Jaya 108 Kali
Serambi Indonesia/Bedu Saini
Rumah ibadah yang hancur akibat gempa di Aceh 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, UNGARAN - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengakumulasi jumlah gempa susulan di Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mencapai sebanyak 108 kali guncangan, Rabu (14/12/2016) pukul 19.00 WIB.

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, jumlah gempa susulan meningkat drastis itu tidak disebabkan oleh adanya peningkatan aktivitas gempa susulan baru.

"Jumlah yang meningkat ini merupakan hasil penggabungan data, saling melengkapi data, dan validasi data, antara data gempa susulan hasil monitoring BMKG Pusat Jakarta dan Balai Besar MKG Wilayah I di Medan," paparnya.

Rincian data gempa susulan ini adalah sebagai berikut:

Rabu (7/12) terjadi 58 kali
Kamis (8/12) terjadi 21 kali
Jumat (9/12) terjadi 10 kali
Sabtu (10/12) terjadi 7 kali
Minggu (11/12) terjadi 6 kali
Senin (12/12) terjadi 2 kali
Selasa (13/12) terjadi 1 kali
Rabu (14/12) baru terjadi 3 kali.

"Gempa susulan terakhir hari ini terjadi pukul 18.07.06 WIB dengan kekuatan 2,8 skala Richter," ujarnya.

Jika memperhatikan frekuensi gempa susulan harian itu, lanjut Daryono, tampak aktivitas yang terjadi memang benar-benar meluruh.

"Sejak hari Selasa kemarin, jumlah gempa susulan menurun drastis hingga hanya terjadi sekali dalam sehari," imbuhnya.

Meskipun hari ini terjadi 3 kali gempa susulan, namun peningkatan ini tidak terlalu signifikan. Daryono optimis bahwa proses pelepasan (release) energi yang dimanifestasikan sebagai gempa susulan segera berakhir.

"Ada pertanyaan beberapa warga masyarakat, apakah gempa Poso (M4,5), gempaTeluk Bintuni (M=5,1) dan gempa Kabupaten Sukabumi (M=4,8) yang terjadi pada Selasa (13/12) kemarin ada kaitannya dengan gempa Pidie Jaya?"

"Tentu saja tidak ada kaitannya, karena beberapa peristiwa gempa tersebut kebetulan memang terjadi secara bersamaan," terang Daryono.

Menurutnya, wilayah Indonesai memang memiliki banyak sumber gempa dan masing masing wilayah memiliki medan tegangan sendiri-sendiri.

Gempabumi Pidie Jaya 7 Desember 2016 terjadi akibat aktivitas sesar lokal, sehingga dampaknya pun terjadi dalam wilayah lokal, yaitu hanya wilayah Pidie Jaya dan sekitarnya.

"Sehingga warga masyarakat tidak perlu ada kekhawatiran bahwa gempa Pidie Jaya akan memicu gempa di daerah lain," tandas Daryono. (*)

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About Us
Help