Sabtu, 11 April 2026
ABC World

Pengalaman Bekerja di Bogor Antarkan Aktivis Muda Australia Ini Ke Paris

Berbekal gelar jurusan Neurosains dan Farmakologi, Michelle Kovacevic justru aktif berkecimpung di bidang lingkungan. Pengalamannya…

Berbekal gelar jurusan Neurosains dan Farmakologi, Michelle Kovacevic justru aktif berkecimpung di bidang lingkungan. Pengalamannya bekerja di Bogor, memantapkan langkah Michelle di forum internasional perubahan iklim Paris, akhir tahun 2015.

“Banyak orang mempertanyakan karir dan latar belakang pendidikan saya. ‘Bagaimana mungkin seseorang dengan latar belakang neurosains bisa bekerja di institut kehutanan di Indonesia?’. Itulah pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan orang-orang yang saya temui selama tinggal di Bogor,” tulis spesialis komunikasi di CIFOR (Pusat Penelitian Kehutanan Internasional yang bermarkas di Bogor) ini di blog pribadinya.

Tak seperti kebanyakan lulusan sains yang berkutat di laboratorium, Michelle Kovacevic justru memilih jalur profesinya di bidang lingkungan.

Semuanya berawal di tahun 2000 ketika ia mempelajarai bahasa Indonesia di SMA Australia.

"Menurut saya bahasa Indonesia itu menarik, budaya dan tradisinya juga mengagumkan," akunya.

Hal itulah yang memotivasi Michelle untuk mengambil diploma Bahasa Indonesia ketika kuliah, selain menempuh jalur sarjana jurusan Neurosains dan Farmakologi di Universitas Melbourne.

Kecintaannya terhadap bahasa dan budaya Indonesia membuat gadis penghobi bola voli ini ingin merasakan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di negeri khatulistiwa. Hingga ia menemukan program magang jurnalistik yang dijalankan ACICIS (Konsorsium Universitas Australia untuk Studi Indonesia).

Saat itu, ia melamar ke CIFOR walau tanpa bekal pendidikan jurnalisme.

"Kalau itu orang lain, mungkin saat membuka formulir pendaftaran saya tak jadi melamar karena saya tak memenuhi kriteria, tapi saya cari jalan lain. Saya email program koordinator di CIFOR, saya bilang saya belajar sains dan ingin menjadi relawan di samping menjalani perkuliahan. Ternyata mereka menerima saya dengan tangan terbuka," lanjut Michelle di blog miliknya.

Di tahun 2011, Michelle akhirnya menginjakkan kaki di Bogor dan bekerja dengan tim komunikasi di CIFOR.

"Saya mendesain ulang blog mereka dan mengelola akun media sosial mereka. Itu benar-benar menjadi momen yang mengasyikkan buat saya. Salah satu bagian favorit dari pekerjaan saya adalah bekerja dengan ilmuwan CIFOR di seluruh dunia untuk membangun kemampuan komunikasi mereka," cerita perempuan muda yang mahir bermain piano ini.

Setelah menyelesaikan program ACICIS di CIFOR selama 5 pekan, Michelle sempat kembali ke Australia selama 8 bulan untuk menyelesaikan skripsi sarjananya sebelum melanjutkan karirnya di institur kehutanan tersebut.

Dua tahun setelah bekerja di CIFOR, ia diminta untuk berkontribusi dalam Global Landscapes Forum.

"Seorang kolega saya di divisi media sosial -Peter Casier - memiliki ide untuk membentuk wadah bagi kaum muda untuk menyuarakan pandangan mereka. Jadi begitulah program itu dimulai dan sejak saat itu saya bekerja membantunya, bahkan setelah saya kembali ke Australia," tutur anggota kelompok Gamelan di Melbourne ini.

Dari situ, ia akhirnya diberi kepercayaan untuk mengkoordinasikan Youth in Landscapes Initiative yang bertujuan menyatukan serta memberdayakan pemuda dari berbagai sektor, kawasan dan tingkatan untuk mengatasi tantangan penggunaan lahan secara global dan menciptakan solusi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved