Senin, 20 April 2026
ABC World

China Tak Senang dengan Buku Putih Australia Soal Laut China Selatan

Pemerintah China menggambarkan bahasa yang digunakan dalam Buku Putih Kebijakan Luar Negeri Australia terkait isu Laut China Selatan…

"Penggunaan bahasa tentang tatanan berbasis hukum telah ditafsirkan sebagai melawan dengan China," kata Chen Hong, profesor di China East Normal University di Shanghai.

"Banyak orang di sini percaya bahwa China tidak melanggar peraturan. Jadi bukan kepentingan China atau Australia untuk menganggap China sebagai pelanggaran hukum," katanya.

Referensi Buku Putih yang menyebut "Indo-Pasifik" dan bukan "Asia-Pasifik" juga dipandang skeptis.

"Ungkapan atau konstruk bahasa ini diciptakan untuk mengoceh, untuk mengecualikan China," kata Profesor Chen.

"China menyambut Australia untuk menjadi bagian aktif dari kelompok Asia-Pasifik," ujarnya.

"Saya pikir ini bukan cara yang baik untuk membangun hubungan bilateral," tambahnya.

Namun secara keseluruhan banyak analis China mencatat fokus White Paper pada dinamika perubahan kekuatan dunia. Profesor Chen mengatakan Beijing memahami kebutuhan Australia untuk mempersiapkan masa depan yang tidak pasti.

"White Paper menunjukkan pemikiran Australia untuk menemukan jalannya sendiri di kawasan ini tanpa kepemimpinan Amerika Serikat. Jadi dengan latar belakang ini, White Paper itu penuh dengan ketidakpastian," kata Profesor Chen.

Tanggapan Menlu Australia

Menlu Australia Julie Bishop menepis kritikan China tersebut.

"Kementerian Luar Negeri menggambarkan analisis kami tentang hubungan China-Australia secara objektif. Umpan balik yang saya dapat dari pejabat senior China yaitu mereka menghormati pendirian kami dalam White Paper," kata Menlu Bishop.

"Tadi malam saya bertemu dengan Duta Besar China (untuk Australia) dan dia sangat positif mengenai hubungan Australia-China," ujarnya.

Menlu Bishop mengatakan bahwa White Paper itu merupakan pernyataan jelas mengenai nilai-nilai Australia.

"Buku Putih memuat garis dasar-dasar, pragmatis dan memuat dengan sangat jelas kepentingan, nilai dan prioritas kita. Saya pikir negara lain akan menghormati hal itu," tegasnya.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved