Selasa, 7 April 2026
ABC World

Berkah dan Keberuntungan Dari Kuil China Tertua di Australia

Kuil Joss House di Bendigo, Victoria dibangun untuk melindungi para penambang asal China, dan hampir 150 tahun kemudian masih digunakan…

Kuil Joss House di Bendigo, Victoria dibangun untuk melindungi para penambang asal China, dan hampir 150 tahun kemudian masih digunakan sebagai tempat pemujaan.

Orang sering mengunjungi kuil ini karena termotivasi oleh kebutuhan akan perubahan.

Beberapa memohon kekayaan, beberapa memohon anak-anak, sementara yang lain untuk menghormati nenek moyang mereka atau menyampaikan rasa syukur, dan pada Tahun Baru Imlek jumlahnya membengkak.

Penyelia di kuil Joss House, Darren Wright menggambarkan kuil tersebut sebagai gereja atau kapel Cina.

Tidak seperti pertemuan gereja biasa, orang-orang hadir berdasarkan kebutuhan.

"Ini tidak seperti gereja barat di mana semua orang muncul pada hari Minggu pagi," kata Wright.

Manny Cao di altar utama
Ahli bedah asal Bendigo Manny Cao memuji kuil tersebut dengan membawa keberuntungan baginya.

ABC Central Victoria: Larissa Romensky

Tidak sesuai dengan agama manapun, kuil suci tersebut mencerminkan banyak aliran agama Tionghoa yang didasarkan pada tiga filosofi yang berbeda - Tao, Konghucu, dan Budha.

"Kita berbicara tentang sistem budaya pemujaan dan doa yang kembali ke sini, dalam beberapa kasus, lebih dari 2.500 tahun," kata Wright.

Joss House yang terdaftar sebagai warisan cagar budaya ini, yang memiliki tiga ruangan kecil ini, dianggap sebagai bagian penting dari sejarah China di Bendigo, dan ini adalah salah satu dari sedikit bangunan yang tersisa dari jenisnya di Australia.

Setelah dahulu pernah dianggap sebagai sarang dari perbuatan asusila, Wright mengatakan ada banyak mitos tentang kuil tersebut, termasuk menjadi tempat perjudian dan candu.

\'Ada sejarah ke tempat ini\'

Dennis O'Hoy
Mantan akademisi dan relawan di Bendigo Joss House, Dennis O'Hoy, di altar utama.

ABC Central Victoria: Larissa Romensky

Bagi warga Bendigo, Dennis O\'Hoy, kuil ini memiliki sejarah panjang sejak tahun 1860 ketika kakeknya tiba di lokasi penambangan emas di Bendigo ini sebagai pedagang.

Keluarganya tetap menjadi salah satu dari sedikit warga yang tinggal di Bendigo setelah kebijakan Australia Putih tahun 1901 dan adanya Undang-Undang Pembatasan Imigrasi, yang membatasi migrasi non-Inggris ke Australia.

Lahir dari latar belakang penganut Budha dan Konghucu dan dikirim ke sekolah Anglikan, O\'Hoy, secara teratur sering mengunjungi Joss House.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved