Rabu, 8 April 2026
ABC World

Pussy Riots Mengaku Masuk Ke Lapangan di Final Piala Dunia

Kelompok bernama Pussy Riots yang selama ini banyak memprotes dan mengkritik kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengaku bertanggung…

Kelompok bernama Pussy Riots yang selama ini banyak memprotes dan mengkritik kebijakan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengaku bertanggung jawab setelah empat orang berpakaian polisi masuk ke lapangan di pertandingan final Piala Dunia Prancis melawan Kroasia di Moskow.

Petugas dengan cepat bisa mengamankan tiga perempuan dan seorang pria yang masuk ke lapangan di menit ke-52, dalam insiden yang dilihat oleh miliaran orang di seluruh dunia.

Pemain belakang Kroasia Dejan Lovren mendorong salah seorang pria yang masuk sebelum petugas mengamankan pria ini.

Sebelum mereka diamankan, salah seorang perempuan tersebut berhasil sampai di tengah lapangan, dan kemudian melakukan \'high five\' dengan pemain depan Prancis Kylian Mbappe.

"Halo semuanya dari lapangan Luzhniki, menyenangkan di sini." kata Pussy Riot lewat Twitter.

Protest group Pussy Riot claim responsibility for invading the World Cup pitch Video: Protest group Pussy Riot claim responsibility for invading the World Cup pitch (ABC News)

Kelompok yang disebut political punk ini mengeluarkan pernyataan menyerukan dibebaskannya tahanan politik, diakhirnya \'penahanan ilegal\' terhadap para pengunjuk rasa, dan \'kompetisi politik\' diijinkan di Rusia.

Pernyataan juga merujuk ke kasus Oleg Sentsov, penentang keras aneksasi Rusia terhadap wilayah Crimea dari Ukraina di tahun 2014.

Sentsov dihukum selama 20 tahun penjara di tahun 2015 karena berkomplot untuk melakukan aksi teror.

Dia membantah semua tuduhan terhadapnya sejak pertengahan bulan Mei melakukan mogok makan.

Masih belum jelas apakah Pussy Riots sengaja menggunakan seragam polisi untuk mengelabui petugas sehingga bisa masuk ke Stadion Luzhiniki.

Kelompok tersebut belum bisa dihubungi untuk mendapatkan komentar.

"Warga yang masuk ke stadion itu sekarang sudah dibawa ke kantor polisi setempat," kata Kementerian Dalam Negeri Rusia di Moskow, tanpa memberi rincian lebih lanjut.

Sebuah rekaman yang beredar di medsos Rusia setelah pertandingan menunjukkan dua dari pengunjuk rasa itu yang masih mengenakan seragam polisi menjalani pemeriksaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved