Tak Mampu Bayar Sewa Rumah di Australia? Pindah ke Adelaide atau Perth
Salah satu lembaga properti tertinggi di Australia memberikan beberapa saran bagi mereka yang ingin mencoba mendapatkan rumah atau…
Salah satu lembaga properti tertinggi di Australia memberikan beberapa saran bagi mereka yang ingin mencoba mendapatkan rumah atau properti di Australia yang harganya sedang meroket saat ini.
"Kerja keras, bahkan kalau perlui kerja di dua tempat," kata Presiden Real Estat Institute of Australia (REI), Malcolm Gunning, kepada program ABC TV 7.30.
"Anda mungkin akan membencinya, baiklah, tapi banyak orang-orang yang melakukannya, banyak migran di negara kita yang memiliki dua pekerjaan."
Saat ini lebih banyak orang-orang di Australia yang \'membuang\' uang untuk menyewa rumah dibandingkan sebelumnya.
Ini terutama terjadi bagi mereka yang memiliki penghasilan menengah hingga besar di kota Brisbane, Sydney, dan Melbourne, tetapi tidak bisa memasuki pasar perumahan.
Asosiasi penyewa dan kelompok perumahan masyarakat di Australia mengatakan harga sewa rumah yang lebih tinggi telah mempengaruhi penduduk berpenghasilan rendah. Mereka juga terkena dampak dari penurunan jumlah perumahan publik yang menurun signifikan.
Tapi REI mengatakan tidak ada krisis soal keterjangkauan harga sewa saat ini. Semua tergantung di mana Anda ingin tinggal.
"Saya tidak menerima jika disebutkan ada krisis biaya sewa, bukan di seluruh Australia, karena sebagian besar statistik fokusnya di Sydney, Brisbane dan Melbourne," kata Malcolm.
"Alasan mengapa harga sewa belum turun, terutama di Melbourne dan Sydney, adalah karena pertumbuhan penduduk."
"Jika Anda ingin tinggal di pinggiran kota, masih terjangkau, jika Anda ingin hidup lebih dekat ke kota, itu mahal."
"Yang perlu kita lakukan adalah menciptakan pekerjaan di Brisbane, Adelaide, dan Perth, dan saya yakin banyak diantara mereka, jika mendapat jumlah uang yang sama, pada akhirnya akan menyerah juga."
Mendapatkan sesuai nilai yang dibayar
Photo:
Studio kecil seperti ini disewa dengan harga hampir Rp 5 juta per minggu di Sydney. (ABC News)
Di Sydney, sekitar lima kilometer dari pusat kota atau CBD, dengan harga sewa AU$ 470, atau hampir Rp 5 juta per minggu, Anda bisa mendapatkan sebuah studio, dimana dapur dan tempat tidur menyatu, dengan balkon, tapi tanpa parkir mobil.
"Tidak semua orang suka studio, tetapi jika Anda ingin kenyamanan [tinggal di pusat kota] itulah caranya," kata Malcolm.