Tak Mampu Bayar Sewa Rumah di Australia? Pindah ke Adelaide atau Perth
Salah satu lembaga properti tertinggi di Australia memberikan beberapa saran bagi mereka yang ingin mencoba mendapatkan rumah atau…
Enam puluh kilometerdari pusat kota, tepatnya di kawasan pinggiran Penrith, barat Sydney, Wendy Gammon dan keluarganya sedang mencari tempat tinggal untuk disewa dengan harga AU$ 400, atau lebih dari Rp 4 juta per minggu.
Mereka akan digusur dari tempat tinggal saat ini, karena akan dihancurkan untuk dijadikan unit-unit apartemen baru.
"Saya sekarang berusia 53 tahun. Untuk tinggal di sebuah unit untuk pertama kalinya di usia saya mungkin akan sedikit mengejutkan," katanya kepada program 7.30.
Suaminya adalah sopir truk, sementara Wendy bekerja di pusat layanan telepon dengan waktu kerja yang berbeda-beda. Artinya anggaran untuk menyewa rumah sangat ketat.
"Pekerjaan saya jauh lebih tidak stabil, jadwal yang berubah-ubah selalu membuat saya tertekan," katanya.
Putranya, Brad kini kembali tinggal bersama mereka untuk membantu membayar uang sewa.
"Saya dan pacar pernah tinggal sendiri selama enam bulan," katanya.
"Harga sewanya AU$ 300, atau lebih dari Rp 3 juta per minggu, terjangkau, tapi hanya unit dengan satu kamar tidur."
"Air panas untuk mandi hanya 30 detik, sebuah mimpi buruk."
Siapa yang paling dirugikan?
Photo:
Organisasi penyewa mengatakan krisis penyewaan sudah terjadi lama. (ABC News: David Hudspeth)
Organisasi Asosiasi Penyewa Nasional (NATO) tidak meragukan masalah-masalah itu.
"Kami sedikit mengalami krisis dan ini telah terjadi sejak lama," kata jurubicara NATO, Leo Patterson Ross kepada ABC.
"Saya pikir hal pertama yang perlu kita lakukan adalah menerima bahwa rumah yang disewa juga adalah tempat tinggal, bukan sekedar alat investasi."
"Ketidakpastian inilah yang membuat banyak orang takut. Kita benar-benar tidak tahu berapa yang akan dibayar dalam setahun, dua tahun, 10 [tahun]."