Kamis, 16 April 2026
ABC World

Belajar dari Gempa: Jantung Bumi Kemungkinan Lebih Lunak

Sebuah metode baru untuk mengetahui lapisan intti terdalam Bumi menunjukkan bahwa "jantung" planet kita tak sepenuhnya seperti yang…

Sampai kini orang menganggap bagian luar inti terdalam yang cair diatur dalam kolom yang berputar, menghasilkan medan magnet Bumi.

"Carian berputar ini menghantarkan listrik dan menghasilkan medan magnet. Semacam dinamo tersendiri seperti yang kita lihat pada Matahari dan Jupiter," jelas Profesor Moresi.

"Jika ingin mempelajari inti terdalam, kita harus belajar bagian luarnya terlebih dahulu, sehingga memang lebih sulit," katanya.

Gelombak seismik

Gempa bumi memicu dua jenis gelombang seismik.

Pertama, Gelombang P (primary waves) yaitu gelombang berputar dari kompresi yang bergerak melalui material, baik yang padat, cair, maupun gas.

Kedua, Gelombang S (secondary waves), yaitu gelombang yang mengguncang lapisan tanah secara vertikal atau horisontal, dan hanya bisa bergerak melalui material padat.

Untuk menyelidiki inti Bumi, para peneliti ini menganalisis bagaimana Gelombang S dan P memantul di sekitar, dan melalui, Bumi.

Selama beberapa dekade, para seismolog telah berusaha menemukan tanda-tanda Gelombang S di inti terdalam.

Kecepatan gelombang ini dapat menginformasikan kekakuan suatu material.

Meski tak dapat bergerak melalui lapisan luar inti terdalam yang cair, Gelombang S mereka berada di inti terdalam yang padat.

Hal diketahui karena saat Gelombang P bergerak melalui lapisan luar menuju inti terdalam, sebagian energinya diubah menjadi Gelombang S.

Gelombang S itu merambat melalui inti terdalam sampai memukul lapisan luar yang cair, di mana gelombang ini diubah lagi menjadi Gelombang P.

Data gempa 2010 hingga 2016

Untuk memperoleh informasi tentang Gelombang S ini, Profesor Tkalčić dan mahasiswa PhD Thanh-Son Phạm, menganalisis kembali data gempa bumi berkekuatan 6,8 lebih yang terjadi antara 2010 dan 2016.

Mereka menganalisis kesamaan-kesamaan pada bentuk-bentuk gelombang.

Analisis mereka dirumuskan dalam konstruksi matematika yang disebut "global correlograms". Rumus itulah yang dipakai menghitung kecepatan Gelombang S melewati inti terdalam.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved